Solusi Persoalan Listrik di Berau, Wabup Gamalis Sebut Bakal Ada Kompensasi bagi Warga Terdampak

BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan agar PT PLN (Persero) segera menyelesaikan permasalahan krisis pasokan listrik dan pemadaman bergilir yang belakangan ini mengganggu aktivitas masyarakat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan Gamalis usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda, pihak kesultanan, organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa (HMI, PMII, IPPB), serta pihak manajemen PLN.

“Kita baru saja melakukan rapat bersama seluruh stakeholder yang ada, baik Forkopimda, kesultanan, masyarakat yang berkepentingan, pemuda, hingga mahasiswa. Hadir juga PLN membahas pasokan listrik di Kabupaten Berau,” ujar Gamalis, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga :  Bupati Berau Turun Temui Pendemo, Jelaskan Penyebab Jaringan Listrik Interkoneksi

Dari hasil pertemuan tersebut, Gamalis mengungkapkan sejumlah solusi awal telah disepakati. Salah satunya adalah mengenai pemberian kompensasi bagi warga yang terdampak pemadaman listrik.

“Beberapa solusi kita temukan, misalnya kompensasi terkait pemadaman bagi masyarakat terdampak. Kita tinggal menunggu regulasinya. Namun, jangan sampai dengan adanya kompensasi ini pemadaman dianggap sebagai hal yang wajar,” tegasnya.

Selain soal kompensasi, Gamalis menuntut PLN untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan jadwal pemadaman yang transparan agar masyarakat dapat bersiap.

“Kami berharap PLN segera mensosialisasikan kepada masyarakat, mulai dari penyebab pemadaman, durasinya, hingga titik-titik lokasi mana saja yang terdampak. Jangan sampai masyarakat gamang dan tidak paham,” tambah Gamalis.

Baca Juga :  Peringatan Hari Pramuka ke-65, Bupati Sri Juniarsih Tekankan Pembentukan Karakter Generasi Muda Menuju Indonesia Emas

Dalam rapat tersebut, manajemen PLN menjelaskan bahwa gangguan listrik disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada infrastruktur penyuplai daya.

“Tadi disampaikan oleh PLN bahwa ada SUTET yang tertimpa pohon hingga roboh. Hal itu mengurangi pasokan daya ke daerah kita. Evaluasi terus kita lakukan,” jelasnya.

Berdasarkan janji dari pihak PLN, pemulihan pasokan listrik diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

“Menurut PLN, tanggal 1 atau 2 November nanti insyaAllah sudah kembali normal. Kita doakan bersama PLN bisa menepati janji tersebut, walau kita tahu ada kondisi force majeure alam yang sulit diprediksi,” tutur Gamalis.

Baca Juga :  Khawatirkan Kebakaran hingga Kerusakan Alat Elektronik, Bupati Berau Minta PLN Serius Tangani Krisis Listrik

Menjelang bulan suci Ramadan yang akan datang, Gamalis memberikan peringatan keras kepada pihak PLN agar mempersiapkan keandalan jaringan sejak jauh hari.

“Terlebih khusus kami tekankan, memasuki bulan Ramadan nanti, PLN harus betul-betul mempersiapkan diri. Jangan sampai kasus mati lampu berulang lagi saat masyarakat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina