Kaltara Begimpor Diikuti Peserta 22 Provinsi, Pemprov Bidik Peluang Sport Tourism

TARAKAN – Kaltara Begimpor terus diarahkan menjadi salah satu agenda olahraga unggulan Kalimantan Utara (Kaltara). Tidak hanya menjadi ajang kompetisi lari, kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan keenam pada 2026 ini juga diharapkan mampu menarik kunjungan peserta dari berbagai daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto, mengatakan Kaltara Begimpor memiliki konsep berbeda dari kegiatan fun run biasa. Event tersebut menghadirkan sejumlah kategori perlombaan dengan jarak 3 kilometer (3K), 5 kilometer (5K), dan 10 kilometer (10K).

Kategori 3K diperuntukkan bagi keluarga. Sementara kategori 5K dan 10K memiliki kelompok perlombaan yang lebih beragam, mulai dari pelajar, umum, aparatur sipil negara (ASN), hingga kelompok master, baik putra maupun putri.

“Bedanya, fun run itu paling maksimal cuma 5 kilo saja. Kalau ini ada kelas 10K-nya untuk terbuka untuk umum, kelas pelajar, kelas nasional, kelas ASN, master, baik putra-putri dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  TPK Hotel Kaltara Turun Tipis, Kunjungan Wisman Justru Meningkat

Menurutnya, pemilihan olahraga lari bukan tanpa alasan. Sejak pandemi, aktivitas lari semakin populer dan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Selain mudah dilakukan, olahraga ini dinilai dapat menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran.

Pemprov Kaltara kemudian melihat tren tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan olahraga sekaligus pariwisata daerah melalui konsep sport tourism.

Denny menyebut, Kaltara Begimpor pertama kali diselenggarakan pada 2021 dalam rangka peringatan HUT Kaltara. Seiring pelaksanaannya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi komunitas dan pelari dari berbagai daerah untuk datang ke Kaltara.

Antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini terlihat dari kehadiran pelari yang berasal dari 22 provinsi dan 67 kabupaten/kota di Indonesia.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Jajal Lintasan 5K di Event Lari Kaltara Begimpor 2026

Menurutnya, kedatangan peserta dari luar daerah turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, khususnya sektor jasa dan perdagangan. Rumah makan, penginapan, hotel hingga transportasi menjadi sejumlah sektor yang ikut merasakan peningkatan aktivitas selama penyelenggaraan event.

“Coba dilihat semuanya penuh, mulai rumah makan, tempat penginapan, hotel dan sebagainya, begitu juga transportasi. Itu salah satu dampak hadirnya Kaltara Begimpor,” ujarnya.

Untuk kategori pelari elit nasional, Denny menyebut hadiah juara pertama mencapai kisaran Rp40 juta. Sementara hadiah kategori lainnya bervariasi, dengan penghargaan diberikan hingga peringkat kelima.

Ke depan, Pemprov Kaltara juga membuka peluang untuk memperluas jangkauan kompetisi dengan menghadirkan kembali kategori pelari elit internasional. Terlebih, posisi geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dinilai memiliki potensi untuk menarik peserta dari luar negeri.

Baca Juga :  Green Airport Kaltara Masih Menunggu Kepastian Investor

“Ke depannya nanti kita tingkatkanlah, apakah nanti kita buka pelari elit untuk internasional. Dulu kita pernah, tapi ada segala sesuatu alasan, kita hentikan dulu. Apakah nanti ke depannya bisa kita buka lagi kembali untuk pelari elit internasionalnya,” ungkapnya.

Dirinya memastikan memastikan Kaltara Begimpor akan terus menjadi agenda tahunan. Namun, pengembangan event ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta dan kemeriahan perlombaan, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik daerah serta mendorong masyarakat semakin aktif berolahraga.

“Agenda tahunan, pastilah. Semangat Pak Gubernur membangun masyarakatnya yang sehat dengan hidup sehat itu sangat kuat sekali, beliau sangat mendukung,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina