BULUNGAN – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 31,63 persen. Angka tersebut mengalami penurunan tipis 0,12 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 31,75 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim mengatakan, penurunan TPK secara keseluruhan dipengaruhi oleh tingkat hunian hotel nonbintang dan akomodasi lainnya yang mengalami pelemahan.
Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK hotel bintang justru menunjukkan peningkatan. Pada Agustus 2026, tingkat hunian hotel bintang mencapai 55,92 persen, naik 1,97 poin dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 53,95 persen.
Sebaliknya, TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya tercatat sebesar 27,72 persen. Angka ini turun 0,46 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 28,19 persen.
“Secara keseluruhan, tingkat penghunian kamar hotel di Kalimantan Utara mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, jika kita dilihat berdasarkan klasifikasinya, hotel bintang justru mengalami peningkatan tingkat hunian,” ujar Mustaqim.
Di sisi lain, perkembangan pariwisata Kaltara pada Agustus 2026 memperlihatkan tren berbeda dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
BPS mencatat jumlah kunjungan wisman mencapai 1.728 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 242 kunjungan dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 1.486 kunjungan.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) justru mengalami penurunan. Pada Agustus 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat sebanyak 150.559 perjalanan atau turun 9,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 166.810 perjalanan.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara belum diikuti kenaikan perjalanan wisatawan domestik.
Mustaqim mengatakan, perkembangan indikator pariwisata tersebut menjadi gambaran dinamika aktivitas perjalanan dan tingkat hunian akomodasi di Kaltara selama Agustus 2026.
Kondisi ini juga memperlihatkan adanya perbedaan tren antara hotel berbintang dan nonbintang, serta antara kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








