benuanta.co.id, BULUNGAN – Penguatan pengawasan dan tata kelola menjadi salah satu langkah untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) Usman, menilai pengawasan rumah sakit perlu diarahkan pada perbaikan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kenyamanan pasien hingga ketersediaan fasilitas kesehatan.
“Dewan Pengawas diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi mitra strategis direksi dalam mengevaluasi kinerja dan mengidentifikasi kendala operasional rumah sakit,” ujarnya.
Usman mengatakan, tata kelola yang baik perlu diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, nyaman, dan berkualitas.
Menurutnya, pengawasan terhadap manajemen rumah sakit juga perlu mencakup kedisiplinan tenaga kesehatan, sistem antrean, ketersediaan obat, serta kecukupan fasilitas dan peralatan medis.
“Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan berjalan optimal. Selain dukungan sarana dan prasarana, sikap petugas dalam melayani pasien juga perlu mendapat perhatian,” tuturnya.
Pelayanan kesehatan, kata Usman, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan medis dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga bagaimana pasien mendapatkan perlakuan yang ramah. Di sisi lain, pengelolaan keuangan rumah sakit perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan efisien. Efisiensi tersebut harus tetap mempertimbangkan kebutuhan pelayanan serta keselamatan pasien.
Dewan Pengawas bersama direksi dan jajaran manajemen juga perlu memperkuat koordinasi agar hasil evaluasi dapat ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang konkret.
Dengan pengawasan yang berjalan efektif, RSUD dr. H. Jusuf SK diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi Kaltara.
Keberhasilan pengawasan pada akhirnya tidak hanya dilihat dari kelengkapan laporan dan administrasi, tetapi juga dari perubahan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







