Gelar Bimtek Selama 3 Hari, Rahmawati Dorong Masyarakat Ciptakan Lapangan Kerja lewat Keterampilan

benuanta.co.id, TARAKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, mendorong masyarakat di Kota Tarakan untuk berani menciptakan lapangan kerja sendiri melalui pengembangan keterampilan dan usaha mandiri.

Menurutnya, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada lowongan pekerjaan di perusahaan, tetapi dapat memulai usaha dari skala kecil sesuai kemampuan masing-masing.

Dorongan tersebut disampaikan Rahmawati dalam kegiatan Pendampingan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil di Convention Hall Badan Penghubung Provinsi Kaltara di Kota Tarakan, Senin (12/10/2026).

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pelatihan selama tiga hari yang mencakup tiga bidang, yakni servis sepeda motor, barista, dan sablon. Ketiga bidang tersebut dipilih karena dinilai memiliki peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  Menhan sebut YTP Mampu Perkuat Pertahanan RI di Wilayah Perbatasan

Rahmawati mencontohkan, peserta pelatihan servis sepeda motor dapat memulai usaha bengkel sederhana dari garasi rumah. Sementara itu, keterampilan meracik kopi dapat menjadi bekal untuk membuka kedai atau berjualan menggunakan gerobak.

Adapun keterampilan sablon dapat dimanfaatkan untuk memenuhi pesanan kaus dari komunitas, organisasi, hingga instansi.

“Jangan takut untuk memulai dari kecil. Jangan malu membuka bengkel di garasi rumah atau memulai usaha dari rumah. Namun, jangan puas hanya sampai di situ. Tingkatkan kemampuan, manfaatkan teknologi untuk promosi, dan bangun jejaring dengan komunitas maupun pelaku usaha lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Klinik Kecantikan Bertambah, Rahmawati: Ekonomi Tarakan Ikut Menggeliat

Ia menilai, keterampilan praktis dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha secara bertahap. Ketika usaha berkembang, pelaku usaha juga berpeluang membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Menurutnya, kebutuhan jasa servis sepeda motor di Kaltara masih terbuka karena kendaraan roda dua menjadi salah satu alat transportasi utama masyarakat. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha perawatan dan perbaikan kendaraan.

Begitu pula sektor kopi dan sablon yang dinilai dapat dikembangkan dengan memanfaatkan pasar lokal. Produk dan jasa yang dihasilkan pelaku usaha daerah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus selalu mendatangkan produk dari luar daerah.

Baca Juga :  Wamensesneg Pastikan Belum ada Surpres Pergantian Panglima TNI

Kendati demikian, Rahmawati menegaskan, pelatihan harus menjadi tahap awal untuk membangun kompetensi peserta. Ia mengingatkan agar bantuan peralatan tidak diberikan sebelum peserta benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan.

“Skill dulu yang dibangun. Jangan sampai alat sudah diberikan, tetapi tidak bisa dipergunakan. Kalau mereka sudah mahir, nanti akan saya perjuangkan agar bisa mendapatkan alat untuk memulai usaha,” tegasnya.

Ia berharap program pengembangan wirausaha baru tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Pendampingan lanjutan dibutuhkan agar peserta mampu mengubah keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif dan berkelanjutan. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *