Dukung Kualitas Pendidikan, Fasilitas SMK di Nunukan Terus Dioptimalkan

NUNUKAN – Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Nunukan dinilai telah mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar, baik pembelajaran teori maupun praktik.

Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi siswa sesuai bidang keahlian masing-masing.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara Wilayah Kabupaten Nunukan, Mahfuz, mengatakan secara umum fasilitas yang tersedia di SMK telah menunjang kegiatan pembelajaran.

Dukungan sarana dan prasarana tersebut terutama diperlukan untuk mengoptimalkan pendidikan kejuruan yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan dan kemampuan praktik.

Menurutnya, pembelajaran di SMK tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi di dalam kelas, tetapi juga harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui praktik secara langsung.

“Secara umum, sarana dan prasarana yang ada di SMK di Kabupaten Nunukan baik itu yang di Pulau Nunukan dan Sebatik sudah menunjang dan mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar. Baik untuk pembelajaran teori maupun praktik, termasuk pada kompetensi keahlian Multimedia dan Perikanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sempat Gangguan Sistem, Sejumlah Siswa SMA 1 Tanjung Selor Ikuti TKA Susulan

Mahfuz menjelaskan, pada kompetensi keahlian Multimedia, ketersediaan perangkat komputer, laboratorium, serta peralatan pendukung produksi konten digital menjadi kebutuhan penting.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan kemampuan desain grafis, pengolahan gambar, penyuntingan video hingga produksi berbagai konten kreatif.

Penguasaan keterampilan tersebut diharapkan mampu membekali siswa menghadapi perkembangan teknologi informasi dan industri kreatif yang semakin pesat. Dengan demikian, lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sementara itu, pada kompetensi keahlian Perikanan, fasilitas praktik juga memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengelolaan sumber daya perikanan.
Pembelajaran tidak hanya sebatas teori, tetapi juga diarahkan pada penguasaan teknik budidaya, pengelolaan hasil perikanan serta pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan di daerah.

Mahfuz menilai, Kabupaten Nunukan memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kondisi ini sekaligus menjadi peluang bagi lulusan SMK untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan, baik dengan bekerja di sektor terkait maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Baca Juga :  249 Karya Guru Dikurasi, Tiga Guru Kaltara Tampil di Gelar Karya Inovasi

“Potensi daerah kita cukup besar, khususnya di sektor perikanan. Karena itu, pembelajaran di sekolah harus mampu mengarahkan siswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang nantinya bisa diterapkan di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahfuz menegaskan keberadaan fasilitas pendidikan harus diimbangi dengan pemanfaatan secara optimal oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Ruang kelas, laboratorium, bengkel praktik, perangkat teknologi hingga peralatan kejuruan perlu digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran agar mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dan aplikatif.

Di sisi lain, pengembangan serta pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Hal ini mengingat perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri (DUDI) terus mengalami perubahan sehingga sekolah kejuruan dituntut untuk menyesuaikan fasilitas dan pola pembelajarannya.

Ia juga mendorong setiap satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas berdasarkan karakteristik kompetensi keahlian masing-masing. Dengan begitu, pengembangan sarana dan prasarana dapat lebih tepat sasaran serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Baca Juga :  Kawal Pelaksanaan TKA, SMAN 1 Tarakan Berharap Siswa Raih Nilai Terbaik

Selain dukungan fasilitas, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sinergi dengan dunia usaha serta dunia industri juga menjadi faktor penting dalam memperkuat pendidikan kejuruan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan lapangan kerja.

“Harapan kita, fasilitas yang sudah tersedia ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Ke depan, pengembangan tetap diperlukan agar lulusan SMK di Nunukan memiliki keterampilan, daya saing, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha,” pungkasnya.

Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pemanfaatan fasilitas secara optimal, serta pengembangan kompetensi berbasis praktik, SMK di Kabupaten Nunukan diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, dan siap bersaing. Terutama dalam mendukung potensi daerah pada sektor teknologi informasi, industri kreatif, serta kelautan dan perikanan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina