Sempat Gangguan Sistem, Sejumlah Siswa SMA 1 Tanjung Selor Ikuti TKA Susulan

BULUNGAN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), kini memasuki gelombang kedua yang dimulai Senin (2/11/2026).

Pelaksanaan gelombang pertama yang berlangsung pada 26 hingga 29 Oktober sempat mengalami gangguan sistem. Akibatnya, beberapa siswa tidak dapat menyelesaikan ujian karena tiba-tiba keluar dari sistem saat pengerjaan berlangsung.

Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Didik Sukanto, membenarkan adanya kendala tersebut. Namun, pihak sekolah telah mengupayakan penyelesaian dengan memberikan ujian susulan kepada siswa yang terdampak.

“Di gelombang pertama kemarin sempat terjadi sedikit error sistem. Tiba-tiba semua langsung lock out atau terkeluar, sehingga tidak bisa login kembali,” kata Didik, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, gangguan tersebut menyebabkan kondisi peserta berbeda-beda. Ada siswa yang sudah menyelesaikan seluruh soal, tetapi ada juga yang masih dalam proses pengerjaan ketika sistem mengalami gangguan.

Baca Juga :  Tahun 2026, Nunukan Terima 50 Pelajar Repatriasi dari Malaysia

“Ada beberapa siswa yang sudah selesai, tetapi ada juga yang belum bisa menyelesaikan. Jadi, kami upayakan untuk TKA susulan pada hari Jumat dengan sistem yang sama,” jelasnya.

Di luar kendala tersebut, Didik mengatakan pelaksanaan TKA secara umum menggunakan tiga ruang laboratorium komputer yang tersedia di sekolah. Seluruh siswa kelas XII mengikuti kegiatan tersebut dengan jumlah peserta maksimal 20 orang dalam satu ruangan.

“Untuk pelaksanaan TKA di SMA 1 Tanjung Selor ini ada dua gelombang secara keseluruhan. Gelombang pertama sudah terlaksana, kemudian mulai hari ini masuk gelombang kedua,” ujarnya.

Baca Juga :  Sempat Alami Kendala, 424 SMAN 1 Tarakan Siswa Sukses Ikuti TKA 2026/2027

Sempat terjadi pula pemadaman listrik pada Selasa pagi saat gelombang pertama berlangsung. Beruntung, listrik kembali menyala sebelum ujian dimulai sehingga tidak sampai mengganggu peserta.

“Selasa pagi memang sempat listrik padam, tetapi sebelum pelaksanaan TKA dimulai listrik sudah menyala. Jadi, kendala yang paling berdampak hanya error sistem,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk kesiapan peserta, pihak sekolah terus mengingatkan siswa agar mengikuti TKA dengan sungguh-sungguh. Menurut Didik, siswa perlu memahami bahwa kegiatan tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.

“Kami selalu mengingatkan anak-anak agar tidak menganggap remeh TKA. Mereka harus memandang kegiatan ini sebagai sesuatu yang serius karena akan berdampak di kemudian hari,” tuturnya.

Dari sisi pengawasan, SMA Negeri 1 Tanjung Selor menerapkan sistem pengawas silang dengan melibatkan guru dari sekolah lain. Guru dari SMA Negeri 1 juga ditempatkan untuk mengawasi pelaksanaan TKA di sekolah berbeda.

Baca Juga :  Kawal Pelaksanaan TKA, SMAN 1 Tarakan Berharap Siswa Raih Nilai Terbaik

“Pengawasnya bukan dari guru sekolah ini, tetapi dari luar sekolah. Guru SMA 1 juga didaftarkan dalam sistem dan nantinya ditempatkan di sekolah lain,” terangnya.

Didik berharap pelaksanaan TKA gelombang kedua dapat berjalan dengan baik hingga selesai. Ia juga berharap siswa kelas XI mulai mempersiapkan diri agar lebih siap saat mengikuti TKA pada tahun depan.

“Harapan kami pelaksanaan TKA ini bisa berjalan dengan baik. Anak-anak kelas XI sekarang juga kami harapkan bisa mempersiapkan diri dan tidak menganggap TKA sebagai hal yang tidak penting,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli