TARAKAN – Memasuki tahun kedua pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMA Negeri 1 Tarakan melakukan pembenahan persiapan dengan berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan perdana sekolah harus menyesuaikan diri dengan regulasi yang diterima secara mendadak, tahun ini persiapan dilakukan dengan waktu yang lebih panjang agar pelaksanaan asesmen dapat berjalan lebih baik.
Wakil Kepala Kurikulum SMAN 1 Tarakan, Hainun Musdalipah, S.Pd., M.Si., mengungkapkan pelaksanaan TKA pada tahun pertama menjadi pengalaman awal bagi sekolah dalam menghadapi asesmen tersebut. Saat itu, persiapan harus dilakukan dalam waktu terbatas karena ketentuan pelaksanaan baru diterima menjelang kegiatan berlangsung.
“Kalau yang di tahun pertama, kita dapat regulasinya dadakan, artinya buru-buru begitu. Persiapannya juga mungkin kurang begitu maksimal,” ungkapnya, Senin (2/11/2026).
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang dievaluasi ketika sekolah kembali menghadapi pelaksanaan TKA pada tahun kedua. Pengalaman sebelumnya memberikan gambaran mengenai pentingnya kesiapan dalam menghadapi asesmen, terutama agar sekolah memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan dengan ketentuan yang berlaku.
“Tapi di tahun yang kedua, insyaallah kita sudah berbenah, persiapan juga sudah lebih baik, lebih panjang,” tegasnya.
Perbedaan waktu persiapan menjadi salah satu pembenahan yang dilakukan sekolah pada tahun ini. Dengan waktu yang lebih panjang, sekolah memiliki kesempatan untuk mempersiapkan pelaksanaan TKA dengan lebih baik dibandingkan ketika pertama kali mengikuti asesmen tersebut.
“Intinya tahun ini persiapan kita lebih matang karena waktu yang ada juga lebih panjang,” bebernya.
Hainun mengatakan, pengalaman pada tahun pertama menjadi pembelajaran bagi sekolah untuk menghadapi pelaksanaan berikutnya. Ia berharap upaya pembenahan yang dilakukan dapat mendukung kelancaran TKA, sehingga siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian sesuai jadwal.
“Dengan waktu yang lebih panjang jadi persiapan kita juga lebih matang,” terangnya.
Selain dari sisi persiapan, pelaksanaan asesmen pada tahun kedua juga memiliki perbedaan dalam cakupannya. Jika tahun pertama hanya berfokus pada TKA, tahun ini pelaksanaannya bersamaan dengan Asesmen Nasional. Perbedaan tersebut turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan sekolah dalam menyesuaikan persiapan kegiatan.
“Tahun pertama cuma TKA, yang ini TKA dan Asesmen Nasional,” lanjutnya.
Pelaksanaan TKA tahun ini berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 26–29 Oktober dan 2–5 November 2026. Sebanyak 424 siswa kelas XII SMAN 1 Tarakan mengikuti asesmen tersebut, dengan pembagian peserta secara merata pada setiap gelombang.
Hainun berharap persiapan yang lebih matang pada tahun kedua dapat mendukung kelancaran pelaksanaan TKA hingga seluruh rangkaian ujian berakhir. Sekolah juga mengharapkan para siswa dapat mengikuti asesmen dalam kondisi sehat dan bersemangat agar mampu memperoleh hasil yang terbaik.
“Untuk sementara tidak ada kendala yang berarti. Semua berjalan dengan baik, lancar, sesuai dengan harapan kita semua,” tutupnya.
Melalui pengalaman pelaksanaan pada dua tahun tersebut, sekolah berupaya terus menyesuaikan persiapan dengan kebutuhan dan ketentuan asesmen. Pembenahan yang dilakukan diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran teknis pelaksanaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti TKA dengan kesiapan yang lebih baik. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








