BULUNGAN – Pemerataan program Beasiswa Kaltara Unggul tahun 2026 dipertanyakan mahasiswa. Pasalnya, bantuan pendidikan yang disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut hanya diberikan kepada enam perguruan tinggi.
PPTK Beasiswa Kaltara Unggul Biro Kesra Kaltara, Basmar, menjelaskan terbatasnya penerima beasiswa tahun ini karena adanya efisiensi anggaran.
“Tahun ini memang ada efisiensi anggaran, sehingga beasiswa hanya diberikan kepada perguruan tinggi yang sudah memiliki MoU dan perjanjian kerja sama dengan pemerintah,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Ia menyebutkan, enam perguruan tinggi tersebut terdiri dari tiga kampus di Kaltara dan tiga kampus di luar daerah. Sementara itu, sekitar 25 perguruan tinggi telah memiliki MoU dengan Pemprov, tetapi tidak semuanya melanjutkan perjanjian kerja sama.
“Ada sekitar 25 universitas yang sudah MoU, tetapi tidak dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama. Padahal, kerja sama itu menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan beasiswa,” jelasnya.
Meski tahun ini terbatas, Pemprov Kaltara berencana memperluas jangkauan program pada 2027 dengan melibatkan sekitar 16 perguruan tinggi.
“Nanti kami mengundang perwakilan sekitar 16 perguruan tinggi untuk membahas pemerataan Beasiswa Kaltara Unggul, termasuk juknis dan skema pembagiannya,” pungkas Basmar. (*)
Reporter : Alvianita
Editor: Ramli








