benuanta.co.id, TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan tengah mempersiapkan pembangunan gedung radioterapi sebagai bagian dari pengembangan layanan kanker di Kalimantan Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B, mengatakan pembangunan gedung tersebut memiliki nilai sekitar Rp23 miliar dan proses tender saat ini telah berjalan melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).
“Rp23 miliar khusus untuk radioterapi,” sebutnya.
Pembangunan gedung tersebut didukung Kementerian Kesehatan. RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan nantinya bertugas menyiapkan bangunan, sementara peralatan radioterapi akan disediakan oleh pemerintah pusat setelah gedung selesai. Budy mengatakan proses tender sebelumnya memiliki batas waktu hingga 22 Juli 2026. Namun, rumah sakit memperoleh perpanjangan waktu dari Kementerian Keuangan hingga akhir Agustus.
“Alhamdulillah kita dapat perpanjangan dari Kementerian Keuangan, diperpanjang sampai akhir Agustus,” ungkapnya.
Apabila proses tender berjalan sesuai rencana dan pemenang telah ditetapkan, pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2026. Sementara distribusi peralatan radioterapi dari Kementerian Kesehatan ditargetkan pada 2027.
RSUD dr. H. Jusuf SK juga telah mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengoperasian fasilitas tersebut. Sejumlah tenaga kesehatan telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan layanan.
Tidak hanya dokter dan perawat, tenaga radiologi juga telah disiapkan. Bahkan, petugas keamanan nantinya harus memiliki kompetensi khusus karena fasilitas radioterapi berkaitan dengan penggunaan sumber radiasi. Budy menjelaskan layanan tersebut menggunakan teknologi terapi berbasis radiasi untuk menangani pasien kanker. Karena itu, aspek keselamatan radiasi menjadi perhatian utama.
“Karena ada nuklirnya. Nuklirnya ini terapi,” jelasnya.
Menurutnya, terapi tersebut berbeda dengan anggapan bahwa seluruh ruangan akan terpapar radiasi. Radiasi digunakan dalam proses terapi pasien dan memiliki prosedur pengamanan khusus. Salah satu konsekuensinya adalah kebutuhan ruang dengan konstruksi khusus. Bahkan, ketebalan dinding bangunan dirancang hingga sekitar tiga meter untuk memenuhi kebutuhan perlindungan radiasi.
Selain pembangunan radioterapi, RSUD dr. H. Jusuf SK juga tengah menyiapkan tenaga untuk layanan flow cytometry. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menentukan jenis dan derajat penyakit kanker atau tumor.
“Flow cytometri itu untuk menentukan jenis dan derajat daripada kanker atau tumor itu sendiri,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







