Hotspot Kaltara Tembus 60 Titik, Udara Tarakan Terancam Kembali Memburuk

Tarakan5 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi cuaca Kota Tarakan dalam sepekan ke depan diprakirakan didominasi cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga malam hari. Namun, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat pada dini hari hingga pagi 29 September 2026 serta meningkatnya titik panas di Kalimantan Utara yang berpotensi memengaruhi kualitas udara di Tarakan.

 

Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Novira Ismi Handayani, S.T., mengungkapkan kondisi cuaca Tarakan secara umum masih cenderung cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai malam hari dalam sepekan ke depan.

“Secara umum kondisi cuaca Kota Tarakan dalam seminggu ke depan diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga malam hari,” ungkapnya, Senin (29/9/2026).

Meski demikian, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang perlu diwaspadai pada dini hari hingga pagi 29 September 2026.

“Terpantau ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada dini hari hingga pagi hari di tanggal 29 September,” jelasnya.

Dari kondisi suhu, pada pagi hingga menjelang siang hari temperatur udara di Tarakan diprakirakan berada pada kisaran 25-30 derajat Celsius.

“Kondisi suhu pada pagi hingga menjelang siang hari diprakirakan 25 sampai 30 derajat Celsius,” bebernya.

Memasuki siang hingga sore hari, suhu udara diprakirakan meningkat hingga mencapai 29-34 derajat Celsius. Kondisi ini membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan kondisi tubuh dan paparan panas.

“Adapun pada siang hingga sore diprakirakan 29 sampai 34 derajat Celsius,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Ambil Alih Pembiayaan 6.071 Peserta JKN PBI Mulai 1 Oktober

Sementara pada malam hingga dini hari, suhu diprakirakan berada pada kisaran 25-27 derajat Celsius seiring adanya potensi hujan.

“Pada malam hingga dini hari, karena berpotensi hujan, suhu diprakirakan berkisar antara 25 sampai 27 derajat Celsius,” tuturnya.

Kelembapan udara di Tarakan selama periode tersebut diprakirakan berada pada kisaran 65-90 persen. Berdasarkan kondisi peranginan saat ini, arah angin pada lapisan 3.000 feet juga didominasi dari timur menuju barat laut hingga utara.

“Kelembapan udara berkisar 65 sampai 90 persen dan berdasarkan streamline lapisan 3.000 feet, arah angin didominasi dari arah timur ke barat laut hingga utara,” imbuhnya.

Pola angin tersebut merupakan angin timuran dengan kecepatan yang masih variabel. Kecepatan angin diprakirakan berada pada kisaran 2-6 knots.

“Untuk kecepatan angin variabel 2 sampai 6 knots dan kondisi ini merupakan angin timuran,” lanjutnya.

Selain kondisi cuaca, BMKG juga memantau kualitas udara di Kota Tarakan. Saat ini kualitas udara berada dalam kategori sedang dengan konsentrasi partikulat PM2.5 yang berada pada kisaran 47-52 µg/m³.

“Kualitas udara di Kota Tarakan pada hari ini terpantau pada kategori sedang, dengan konsentrasi partikulat PM2.5 berkisar antara 47 sampai 52 mikrogram per meter kubik,” tambahnya.

Meski masih berada pada kategori sedang, kualitas udara tersebut perlu diwaspadai apabila jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Utara kembali meningkat. Peningkatan titik panas dapat memicu bertambahnya konsentrasi PM2.5 sehingga berpotensi membuat kualitas udara di Tarakan menjadi tidak sehat.

Baca Juga :  Hj. Rahmawati Kirim Bantuan bagi Sembilan KK Korban Kebakaran Karang Rejo

“Harus diwaspadai apabila jumlah titik panas atau hotspot meningkat di wilayah Kalimantan Utara karena hal ini bisa menyebabkan peningkatan konsentrasi PM2.5 yang menyebabkan kondisi kualitas udara di Kota Tarakan menjadi tidak sehat,” katanya.

Dalam 24 jam terakhir, pantauan citra satelit menunjukkan jumlah titik panas di wilayah Kalimantan Utara kembali mengalami peningkatan. Total titik panas yang terpantau bahkan telah mencapai lebih dari 60 titik, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau.

“Dalam 24 jam terakhir berdasarkan pantauan citra satelit terpantau jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Utara kembali meningkat, di mana total jumlah titik panas yang terpantau lebih dari 60 titik,” paparnya.

Melihat peningkatan tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

“BMKG mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas atau hotspot serta potensi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan, termasuk membakar sampah. Larangan tersebut terutama perlu diperhatikan di kawasan yang memiliki material mudah terbakar.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah,” tuturnya.

Kewaspadaan khusus juga diperlukan pada kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan dan lahan kering.

“Terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Tunggu Data Lengkap Peserta JKN Terdampak

Di tengah kondisi suhu yang dapat mencapai 34 derajat Celsius pada siang hari, masyarakat juga diimbau melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari. Penggunaan pelindung atau tabir surya menjadi salah satu langkah yang dianjurkan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna mengurangi paparan langsung sinar matahari,” imbaunya.

Selain perlindungan dari sinar matahari, masyarakat diminta menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

“Menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan,” ujarnya.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal informasi resmi. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi BMKG dan BMKG Tarakan.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg serta @bmkgtarakan,” tambahnya.

Masyarakat juga diharapkan melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem, kekeringan, maupun kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *