benuanta.co.id, BULUNGAN – Masyarakat harus lebih waspada terhadap beragam jenis modus penipuan. Kali ini ada yang menggunakan bukti pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sudah diubah oleh pelaku.
Seorang pedagang di Tanjung Selor, Sarah, mengaku menjadi korban setelah seorang pelanggan menunjukkan bukti pembayaran QRIS yang terlihat berhasil melakukan pembayaran. Namun, setelah barang diberikan, transaksi tersebut ternyata tidak masuk ke sistem pembayaran miliknya.
Kejadian itu bermula saat dua orang pelanggan datang ke kiosnya. Keduanya melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Untuk salah satu pelanggan, transaksi masuk dan notifikasinya diterima Sarah melalui aplikasi BRI Merchant.
Namun, transaksi yang dilakukan pelanggan perempuan justru tidak tercatat dalam notifikasi BRI Merchant, meski ia telah menunjukkan bukti pembayaran di ponselnya.
“Dia sudah kasih lihat buktinya. Tulisannya berhasil memang tapi kalau diperhatikan, nominal sama nama QRIS-nya itu sudah diedit,” ungkap Sarah.
Sarah mengaku pelanggan perempuan tersebut membeli rokok sebanyak tiga kali. Setiap transaksi dilakukan satu per satu dan pelanggan tersebut menyampaikan bahwa barang yang dibeli merupakan titipan dari teman-temannya.
“Kali ini orang beli satu-satu rokoknya. Katanya beda-beda orang, jadi QRIS-nya beda-beda,” ujarnya.
Menurut Sarah, kondisi tersebut awalnya tidak membuatnya curiga. Sebab, pelanggan juga sempat menanyakan harga sejumlah barang sebelum melakukan pembelian.
Sebagai pedagang, Sarah mengaku biasa menjelaskan harga barang kepada pelanggan. Apalagi sebagian besar barang yang dijual di kiosnya sudah memiliki label harga.
“Sambil tanya-tanya harga juga kan. Saya menawarkan barang, jadi saya kasih tahu semua harga barangnya. Ditambah hampir semua barang kami ada nominal harganya ditaruh,” jelasnya.
Saat transaksi berlangsung, Sarah sempat mengira tidak munculnya notifikasi disebabkan adanya keterlambatan sistem.
Namun, setelah menunggu dan mengecek kembali, notifikasi pembayaran untuk transaksi tersebut tetap tidak muncul.
“Yang masuk malah punya temannya dia. Yang perempuan ini tiga kali beli, tapi pemberitahuannya enggak masuk,” katanya.
Sarah kemudian menyadari ada kejanggalan pada bukti pembayaran yang ditunjukkan pelanggan. Ia menilai tampilan bukti pembayaran tersebut memungkinkan untuk diedit, termasuk nominal dan nama QRIS.
“Enggak tahu bank apa, tapi dia punya pemberitahuan latar biru polos. Jadi bisa diedit-edit,” ungkapnya.
Ia pun memastikan dirinya mengalami kerugian setelah barang diberikan, sementara pembayaran yang ditunjukkan pelanggan tidak pernah masuk ke sistem merchant.
Sarah mengaku kejadian tersebut cukup membuatnya kecewa karena sebelumnya ia merasa tidak memiliki kecurigaan terhadap pelanggan.
“Saya lagi good mood, lagi senang banget melayani customer dengan senyum, ramah, nawarin beberapa barang. Eh, tiba-tiba kejadian seperti ini bikin nyesek,” tuturnya.
Atas kejadian tersebut, Sarah mengingatkan para pedagang agar tidak langsung percaya hanya karena pelanggan menunjukkan bukti pembayaran dengan keterangan transaksi berhasil.
Menurutnya, pedagang perlu memastikan pembayaran benar-benar masuk melalui notifikasi aplikasi merchant maupun mengecek riwayat transaksi sebelum menyerahkan barang.
“Ini cuma mengingatkan untuk teman-teman yang punya usaha atau penjualan, ataupun ke depannya nanti punya usaha dan pakai pembayaran via QRIS. Mohon lebih teliti, jangan sampai kena seperti saya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







