Dikutip dari keterangan resmi PSSI, Senin, angka tersebut diprediksi terus bertambah seiring meningkatnya antusiasme suporter Garuda untuk menyaksikan langsung duel dua negara bertetangga di panggung internasional.
Laga Indonesia kontra Malaysia juga memiliki arti penting dalam persaingan Grup A. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dari pertandingan pertama. Malaysia berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan selisih gol, sedangkan Indonesia menempati posisi kedua.
Situasi ini didapatkan setelah Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh pada laga pertama, sementara Indonesia mengalahkan Singapura 2-0.
Dengan hanya juara grup yang berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026, duel malam ini berpotensi berjalan ketat dan panas karena menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memperkuat posisi mereka di puncak klasemen.
Rivalitas kedua negara pun membuat pertandingan ini semakin dinanti. Bahkan, penyerang Malaysia, Bergson, sebelumnya menggambarkan rivalitas Indonesia dan Malaysia seperti pertandingan Brasil melawan Argentina.
11v11 mencatat Indonesia dan Malaysia telah bertemu 85 kali sejak pertemuan pertama pada 7 September 1957.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala AFF 2020 yang dimainkan pada Desember 2021 di Singapura. Ketika itu, Indonesia yang masih diasuh Shin Tae-yong keluar sebagai pemenang dengan skor 4-1.
Pada laga itu, Harimau Malaya memimpin lebih dulu melalui Kogileswaran, tetapi kemudian tim Garuda membalas dengan empat gol lewat dwigol Irfan Jaya, lalu masing-masing satu gol dari Pratama Arhan dan Elkan Baggott.
Sumber : Antara







