Stunting di Kaltara Turun, Dinkes Ingatkan Penanganan Tak Boleh Kendur

Kabar Kaltara546 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Angka anak mengalami stunting di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan penurunan pada semester pertama 2026. Namun, jumlah tersebut masih menjadi perhatian pemerintah karena prevalensi stunting dinilai perlu terus ditekan.

Berdasarkan data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), jumlah anak stunting di Kaltara tercatat sebanyak 2.880 anak pada semester I 2026. Angka itu menurun dibandingkan 2025 yang mencapai 2.894 anak.

Baca Juga :  Momentum HUT Kaltara, Pemprov Hapus Denda Pajak Kendaraan Selama Oktober

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Arief Rakhman, mengatakan penurunan tersebut menjadi indikasi positif dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin berpuas diri. Penanganan stunting dinilai membutuhkan intervensi yang konsisten dan dilakukan sejak dini, terutama melalui peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

” Sejumlah langkah terus kami lakukan, mulai dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, pemberian intervensi gizi, hingga penguatan peran Posyandu di tengah masyarakat,” katanya, Senin (10/8/2026).

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ingatkan Risiko Kepesertaan Nonaktif, Layanan Cuci Darah hingga Kemoterapi Terancam Terkendala

Upaya tersebut juga diarahkan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi dan pelayanan kesehatan yang memadai sejak masa awal pertumbuhan.

“Kami menilaii pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Peran keluarga, kader Posyandu, pemerintah daerah, hingga masyarakat diperlukan untuk memastikan program penanganan stunting berjalan secara berkelanjutan,” sebutnya.

Lanjut, kata dia, dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap jumlah anak yang mengalami stunting di Kaltara dapat terus ditekan dan kualitas tumbuh kembang anak semakin baik. “Penurunan ini harus terus dijaga. Pencegahan stunting harus dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi semua pihak,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Realisasi Investasi Kaltara Baru 48,89 Persen hingga Triwulan III

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *