benuanta.co.id, BULUNGAN – Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (BP3AP2KB) Lesti, mengatakan perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi tumbuh kembang anak.
Pasalnya kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anak. Akses terhadap berbagai sumber informasi membuat anak memiliki kesempatan belajar lebih luas dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang kita hidup di era digital. Anak-anak justru lebih cepat belajar,” kata Lesti beberapa waktu lalu.
Dia mencontohkan, teknologi digital memungkinkan anak mempelajari bahasa asing serta memperoleh berbagai pengetahuan melalui platform seperti YouTube dan media sosial. Namun, Lesti mengingatkan kemudahan akses informasi juga perlu diimbangi dengan pengawasan orang tua. Tanpa pendampingan, anak berisiko terpapar konten maupun pengaruh negatif dari lingkungan digital.
“Yang penting adalah bagaimana orang tua tetap melakukan pendampingan agar mereka tidak terpapar pengaruh negatif,” ujarnya.
Lesti menilai pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam memastikan pemanfaatan teknologi tetap memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak. Orang tua, kata dia, perlu memahami aktivitas digital anak sekaligus mengarahkan penggunaan teknologi untuk kebutuhan pendidikan dan pengembangan diri.
Menurutnya, teknologi tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman bagi anak. Dengan penggunaan yang tepat dan pengawasan yang memadai, ruang digital dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan memperluas wawasan. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







