benuanta.co.id, NUNUKAN – Bukan sekadar latihan baris-berbaris. Sebanyak 38 pelajar terbaik Kabupaten Nunukan kini tengah menjalani masa pembinaan intensif untuk mengemban tugas kehormatan sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mereka adalah putra-putri pilihan yang berhasil melewati rangkaian seleksi berjenjang dari ratusan pelajar di berbagai penjuru Kabupaten Nunukan. Mulai dari wilayah perkotaan, pulau terluar, kawasan perbatasan, pedalaman hingga pegunungan.
Ke-38 peserta tersebut terdiri dari 20 putra dan 18 putri. Mereka berasal dari 16 satuan pendidikan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan.
Pemanggilan peserta tertuang dalam Surat Bakesbangpol Kabupaten Nunukan Nomor B/247/200.1.2/BAKESBANGPOL-II/VII/2026. Mereka mengikuti pemusatan latihan sekaligus karantina selama 11 hari, mulai 4 hingga 14 Agustus 2026, yang dipusatkan di Mess BKPSDM Kabupaten Nunukan.
Selama masa karantina, para calon pengibar bendera tidak hanya ditempa kemampuan fisiknya. Mereka juga mendapat pembinaan disiplin, wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, mental spiritual, kekompakan serta jiwa korsa.
Pembinaan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari unsur TNI, Polri dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Nunukan.
Bagi para peserta, proses ini menjadi ujian sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu membawa nama sekolah, keluarga dan daerah perbatasan di momen bersejarah Kemerdekaan Indonesia.
Ke-38 peserta merupakan representasi generasi muda Nunukan dari berbagai wilayah.
Mereka berasal dari SMAS K St. Gabriel Nunukan, SMAN 1 Nunukan, SMAN 2 Nunukan, SMAN 1 Nunukan Selatan, SMAIT Ibnu Sina Boarding School, SMAN 1 Sebatik, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMAN 1 Sebatik Barat, MA As’adiyah Sungai Nyamuk, SMAN 1 Sei Manggaris, SMKN 1 Sembakung, SMAN 1 Sembakung Atulai, SMAN 1 Lumbis, SMAN 1 Sebuku, SMAN 1 Krayan dan SMAN 1 Krayan Selatan.
Keberagaman asal peserta tersebut menjadi gambaran bahwa semangat mengibarkan Sang Merah Putih tumbuh dari seluruh penjuru wilayah Kabupaten Nunukan.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, mengimbau para peserta untuk mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh. Dukungan orang tua dan sekolah juga dinilai penting agar peserta mampu menjaga kondisi fisik dan mental hingga pelaksanaan tugas.
Peserta diminta menjaga kesehatan, pola makan, stamina, kebugaran serta kesiapan mental selama mengikuti pemusatan latihan.
“Proses ini bukan hanya untuk membentuk kemampuan sebagai pasukan pengibar bendera, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh dan memiliki rasa cinta tanah air,” ujar Hasan, pada Ahad (9/8/2026).
Menurutnya, setelah menyelesaikan rangkaian latihan pada 14 Agustus, peserta yang dinyatakan memenuhi kualifikasi akan dikukuhkan oleh Bupati Nunukan atau pejabat Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Mereka selanjutnya akan menjalankan tugas utama dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI, yakni mengibarkan Bendera Merah Putih pada pagi hari dan melaksanakan penurunan bendera pada sore hari dalam rangkaian kegiatan 14 hingga 17 Agustus 2026.
“Pemusatan Diklat Capaskibraka ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Nunukan. Bukan hanya melahirkan pasukan yang mampu menjalankan tugas secara sempurna, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin, patriotik, tangguh dan memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ungkapnya.
Kini, 38 pelajar tersebut tengah mempersiapkan diri untuk satu momen yang tak akan terlupakan.
Di hadapan mereka nantinya, Sang Merah Putih akan berkibar di langit Nunukan. Dan di balik berkibarnya bendera itu, ada perjuangan, kedisiplinan serta kebanggaan 38 putra-putri terbaik dari daerah perbatasan Indonesia. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Endah Agustina







