benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Australia memberikan apresiasi terhadap inovasi layanan publik yang dihadirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui peluncuran Kartu Layanan Disabilitas.
Kick Off pertama kali dilakukan di Kota Tarakan bahkan disebut menjadi daerah kedua di Indonesia setelah Jakarta yang menghadirkan layanan tersebut.
Wakil Duta Besar (Deputy Head of Mission) Australia untuk Indonesia, Gita Kamath menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri peluncuran program di Tarakan.
Ia menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Tarakan menjadi capaian penting dalam menghadirkan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Kalau tidak salah, sesudah Jakarta, Tarakan menjadi kota kedua di seluruh Indonesia untuk menghadirkan kartu ini. Itu sebuah capaian yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kota Tarakan atas inovasi yang dinilai mampu membuka akses layanan publik yang lebih luas bagi kelompok rentan.
Menurutnya, Kedutaan Australia merasa bangga dapat terlibat mendukung inovasi tersebut melalui program pembangunan SKALA yang dijalankan bersama Pemerintah Indonesia.
“Kedutaan Australia sangat senang dan bangga bisa mendukung inovasi ini melalui program pembangunan kami yang namanya SKALA,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan publik dan berpartisipasi dalam pembangunan.
“Tarakan hari ini menunjukkan satu komitmen yang sangat kuat bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, berhak mendapatkan layanan yang setara,” tuturnya.
Ia menilai, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah dan organisasi penyandang disabilitas dalam memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan yang inklusif harus dimulai dari data yang tepat dan dari proses yang melibatkan masyarakat secara langsung,” jelasnya.
Selain itu, manfaat kartu layanan tersebut disebut dapat dirasakan langsung masyarakat, mulai dari potongan pajak kendaraan, akses transportasi, hingga dukungan pendidikan dan ekonomi.
“Dengan kartu ini, layanan menjadi lebih mudah diakses, lebih jelas, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” bebernya.
Ia berharap inovasi Kartu Layanan Disabilitas tidak hanya diterapkan di Kota Tarakan, tetapi juga dapat diperluas hingga seluruh wilayah Kaltara, termasuk kawasan pelosok, terpencil, dan perbatasan.
“Semoga inovasi ini bisa diperluas di seluruh provinsi Kaltara, termasuk desa-desa pelosok atau terpencil,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







