benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah Kasulampua yang melibatkan 19 provinsi dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, pada Rabu (15/4/2026).
Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan perekonomian kawasan timur Indonesia melalui sinergi lintas daerah dan dukungan berbagai lembaga.
“Hari ini saya membuka Konreg PDRB Kasulampua yang diikuti oleh 19 provinsi. Kegiatan ini untuk menghidupkan perekonomian wilayah Kasulampua yang didukung oleh Bank Indonesia, Perbendaharaan, dan BPS,” ujarnya.
Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah merumuskan strategi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran kita di sini untuk menggagas upaya-upaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah Kasulampua,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi Kaltara dalam dua tahun terakhir menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hal itu tercermin dari pertumbuhan PDRB yang cukup kuat.
“Kita bersyukur, PDRB Kalimantan Utara tahun 2024 hingga 2025 ini sangat baik, didukung oleh berkembangnya UMKM di daerah,” jelasnya.
Zainal menegaskan, sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya mendorong sektor manufaktur agar struktur ekonomi semakin kuat dan berdaya saing.
“UMKM menjadi penyumbang terbesar. Namun dari BPS juga disampaikan pentingnya meningkatkan peran manufaktur melalui penguatan UMKM,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan ekonomi tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antarprovinsi dalam kawasan Kasulampua agar dampaknya lebih luas.
“Upaya ini tidak hanya untuk Kalimantan Utara, tetapi juga melalui kolaborasi 19 provinsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara bersama,” tegasnya.
Secara geografis, kawasan Kasulampua memiliki keunggulan strategis karena dilintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III, yang menjadi jalur utama perdagangan internasional. Potensi ini dinilai dapat dimaksimalkan untuk memperkuat distribusi dan konektivitas ekonomi.
Sebagai informasi, PDRB merupakan indikator utama untuk melihat struktur dan kinerja ekonomi daerah melalui 17 sektor pembentuknya. Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, evaluasi program, serta pengambilan keputusan strategis.
Melalui Konreg ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan arah pembangunan. Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan, penguatan kawasan perbatasan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







