12 RKB di SMKN 4 Tarakan Jadi Prioritas pada 2027

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan komitmen penambahan ruang kelas baru (RKB) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Tarakan, menyusul keterbatasan fasilitas belajar yang menyebabkan sebagian siswa masih menggunakan bangunan gudang sebagai ruang kelas.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kaltara, Adrianus Hendro Triatmoko, mengatakan kebutuhan ruang belajar di SMK Negeri 4 Tarakan telah masuk dalam pendataan pemerintah sebagai dasar perencanaan pembangunan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, apabila kebutuhan ruang kelas dinilai mendesak serta didukung ketersediaan lahan, maka pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan mempertimbangkan pembangunan tambahan ruang belajar.

“Data kebutuhan sudah dikumpulkan. Jika memang diperlukan dan lahannya tersedia, kementerian tentu akan memikirkan penyediaan tambahan ruang kelas agar layanan pendidikan bisa berjalan optimal,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjamin hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk penyediaan ruang belajar yang layak.

Diketahui sebelumnya, keterbatasan ruang kelas di SMK Negeri 4 Tarakan sempat menjadi perhatian publik setelah sekolah memanfaatkan bangunan lama yang disebut sebagai gudang untuk kegiatan belajar mengajar akibat kekurangan ruang belajar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Hasanuddin, menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah menganggarkan pembangunan RKB pada tahun 2025.

Namun pembangunan tersebut terpaksa ditunda karena keterbatasan waktu pelaksanaan serta adanya kebijakan nasional yang mempengaruhi proses pengerjaan proyek fisik.

“RKB itu sebenarnya sudah kita anggarkan sekitar Rp7 sampai Rp8 miliar pada 2025. Tetapi karena waktu pelaksanaan tidak mencukupi, apalagi bangunannya direncanakan tiga lantai, akhirnya kita tunda,” sebutnya.

Ia menambahkan, pemerintah memilih tidak melanjutkan proyek apabila berpotensi tidak selesai tepat waktu. “Kami berprinsip lebih baik anggaran menjadi Silpa daripada dipaksakan tetapi pekerjaannya tidak selesai,” tegasnya.

Pemprov Kaltara menargetkan pembangunan kembali dianggarkan pada tahun depan dengan prioritas pembangunan sekitar 12 ruang kelas baru untuk menggantikan ruang belajar sementara yang saat ini masih menggunakan gudang.

Ia juga memastikan lahan pembangunan telah tersedia, meskipun lokasinya berbagi area dengan SMA Negeri 4 Tarakan.

Terkait bangunan gudang yang kini digunakan sebagai ruang kelas, pemerintah akan mengevaluasi pemanfaatannya setelah pembangunan RKB selesai, baik untuk dialihfungsikan sesuai kebutuhan sekolah maupun dibongkar apabila tidak lagi diperlukan.

“Ya nanti kita lihat lah perencanaannya bagaimana. Kalau pihak sekolah mau gunakan untuk apa-apa, kalau nggak ya kita runtuh, tapi semoga bisa dimanfaatkan lah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *