Pemprov Kaltara Lobi AirAsia Buka Rute Internasional

benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggandeng PT AirAsia Indonesia untuk membuka kembali penerbangan internasional dari wilayah perbatasan. Upaya ini ditempuh guna memperkuat konektivitas udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan, dalam audiensi dengan manajemen AirAsia beberapa waktu, Pemprov mengusulkan penambahan rute internasional serta pengaktifan kembali jalur penerbangan langsung yang sebelumnya sempat beroperasi.

“Kami meminta penambahan rute ke luar negeri, termasuk penerbangan langsung yang dulu pernah ada,”sebutnya, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga :  Hampir Seluruh ASN di Kaltara Telah Aktivasi IKD

Menurut dia, AirAsia menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan komitmen awal untuk mendukung pengembangan konektivitas Kaltara. Namun realisasi pembukaan rute tetap menunggu hasil kajian internal maskapai.

“Komitmennya ada, tinggal disesuaikan dengan perhitungan mereka,” ujarnya.

Pemprov Kaltara menilai kesiapan infrastruktur bandara menjadi faktor pendukung utama. Ruang tunggu internasional di Bandara Juwata Tarakan telah dioperasikan sejak November 2025, sehingga secara fasilitas dinilai siap melayani penerbangan luar negeri.

Baca Juga :  Persyaratan Ekspor Perikanan Dinilai Memberatkan Pelaku Usaha, Ombudsman Kaltara Dorong Revisi Regulasi 

Zainal menargetkan penerbangan internasional dapat mulai beroperasi pada Februari 2026. “Kami berharap Februari sudah bisa melayani penerbangan internasional, baik keberangkatan maupun kedatangan,” katanya.

Pada tahap awal, rute yang diprioritaskan adalah Tarakan–Tawau dan Tarakan–Kota Kinabalu, Malaysia. Pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan konektivitas domestik menuju Bandara Juwata agar terintegrasi dengan rute internasional.

Baca Juga :  Tembus 86 Persen dari Target, Pendapatan Pemprov Kaltara Capai Rp2,66 Triliun pada 2025

Pembukaan kembali penerbangan internasional diharapkan berdampak pada peningkatan aktivitas perdagangan lintas batas, kunjungan wisata, serta pelayanan mobilitas masyarakat di wilayah Kaltara. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *