Rumah Dinas KPP Pratama Tanjung Redeb di Jalan Ladang Dalam Terbakar, 2 Pegawai Terpaksa Dipindahkan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran melanda rumah dinas atau asrama pegawai milik Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjung Redeb di RT 9, Jalan Ladang Dalam, Kecamatan Tarakan Tengah, Ahad (21/6/2026). Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan sebagian bangunan mengalami kerusakan sehingga dua pegawai harus dipindahkan ke tempat tinggal sementara.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Sofyan, mengungkapkan pihaknya menerima informasi kebakaran dari masyarakat yang menghubunginya secara langsung maupun melalui grup komunikasi. Namun, laporan yang diterima petugas sedikit terlambat dibandingkan dengan awal kejadian.

“Kami menerima informasi dari warga yang langsung menelepon dan melalui grup, cuma memang laporannya agak terlambat,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan sekitar pukul 10.24 WITA, petugas dari Pos Pemadam Barat dan Mako Kampung Satu segera diberangkatkan menuju lokasi. Selain armada dari Damkar Tarakan, proses penanganan juga mendapat dukungan dari Pertamina, kepolisian, dan unsur terkait lainnya.

“Kita terima laporan pukul 10.24, kemudian unit Barat bergeser dan unit Mako Kampung Satu juga bergeser ke lokasi,” jelasnya.

Sofyan membeberkan api hanya berdampak pada satu bangunan rumah dinas yang dihuni pegawai. Dari bangunan tersebut, kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atas bangunan dan beberapa kamar, sementara bangunan lain di sekitarnya tidak terdampak.

“Ada satu bangunan yang terdiri dari sekat-sekat. Yang terdampak bagian atas dan kamar-kamarnya saja,” bebernya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri dan sebagian barang berharga juga sempat dievakuasi sebelum api membesar. “Alhamdulillah korban jiwa tidak ada. Barang-barang berharga juga sempat diselamatkan,” ujarnya.

Baca Juga :  SMPN 1 Tarakan Tegaskan Larangan Hanya untuk Ojol Mangkal, Bukan Antar Jemput

Mengenai penyebab kebakaran, Sofyan mengatakan pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan karena proses penyelidikan masih dilakukan oleh aparat kepolisian. Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Penyebab kebakarannya nanti dari pihak kepolisian yang menyampaikan,” imbuhnya.

Sofyan menjelaskan respons petugas berlangsung cepat setelah laporan diterima. Armada dari Pos Barat tiba di lokasi sekitar tujuh menit, sedangkan armada dari Mako Kampung Satu memerlukan waktu sekitar enam menit sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum merambat lebih luas.

“Response time kita cepat. Dari Barat tujuh menit, dari Mako Kampung enam menit,” paparnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Namun, petugas sempat mengalami kendala karena aliran listrik di salah satu sisi bangunan masih aktif sehingga pemadaman tidak dapat langsung dilakukan demi keselamatan personel.

“Pemadamannya sekitar 30 menit, cuma tadi agak terlambat karena arus listrik masih menyala sehingga kami tidak berani langsung melakukan pemadaman,” katanya.

Dalam operasi pemadaman tersebut, Damkar Tarakan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan empat unit mobil penyuplai air. Operasi juga mendapat bantuan armada pemadam milik Pertamina sehingga kebutuhan pasokan air selama proses pemadaman dapat terpenuhi.

“Kita mengerahkan tiga unit fire dan empat unit supply, ditambah backup dari teman-teman Pertamina,” rincinya.

Sebanyak 35 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Selain personel Damkar, penanganan kebakaran turut melibatkan Korps Relawan Kebakaran (Korlakar) yang membantu proses pemadaman hingga pendinginan. Sofyan mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menangani kejadian tersebut.

“Personel ada 35 orang dan kami dibantu Korlakar. Sinergi kolaborasi hari ini berjalan dengan baik,” lanjutnya

Baca Juga :  Ombudsman RI Soroti Tiga Prioritas Pembangunan Kalimantan Utara

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kebakaran sehingga petugas dapat bergerak lebih cepat. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.

“Kalau terjadi kebakaran, segera hubungi 112 atau Mako Kampung Satu di 0551-21113 karena penanganan awal itu sangat penting,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Tanjung Redeb, Raden Ariyo Bisawarno, menjelaskan bangunan yang terbakar merupakan aset milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada di bawah KPP Pratama Tanjung Redeb. Bangunan tersebut sehari-hari dimanfaatkan sebagai rumah dinas bagi pegawai sekaligus tempat penyimpanan alat tulis kantor (ATK) dan arsip lama yang sudah tidak digunakan secara aktif.

“Bangunan ini milik Direktorat Jenderal Pajak, dipakai untuk tempat tinggal lima pegawai dan penyimpanan ATK serta arsip yang sudah tidak terpakai,” ungkapnya.

Raden mengaku belum mengetahui secara pasti usia bangunan tersebut karena dirinya baru menjabat sekitar tiga bulan sebagai Kepala KPP Pratama Tanjung Redeb. Meski demikian, ia memastikan bangunan tersebut sudah berdiri sejak lama.

“Saya juga baru di sini sekitar tiga bulan, jadi untuk usia bangunan masih harus kami cek,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Raden mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kebakaran diduga dipicu oleh suhu panas karena bangunan tersebut tidak memiliki instalasi listrik yang aktif.

“Sementara informasi yang kami dengar kemungkinan dugaan karena panas, karena di situ tidak ada instalasi listrik,” bebernya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena saat api muncul seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri. Namun, sejumlah harta benda milik pegawai, seperti kasur dan peralatan makan, ikut terdampak kebakaran.

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Laboratorium BKHIT Kaltara Diproyeksikan Percepat Deteksi Penyakit Karantina 

“Korban jiwa sama sekali tidak ada, tetapi barang-barang seperti kasur dan peralatan makan ada yang terdampak,” tuturnya.

Dari lima pegawai yang tinggal di rumah dinas tersebut, dua orang harus dipindahkan ke rumah kos sementara karena kamar yang mereka tempati tidak lagi layak dihuni. Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap yang runtuh akibat kebakaran, sedangkan tiga kamar lainnya masih dapat digunakan.

“Yang kamarnya tidak bisa dipakai ada dua, jadi sementara kita carikan kos dulu,” katanya.

Ia menambahkan, kerusakan bangunan diperkirakan menimbulkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah. Nilai tersebut terutama berasal dari kebutuhan renovasi atap serta struktur kayu bangunan yang rusak akibat kebakaran.

“Kalau harus renovasi atap dan struktur kayu, kerugiannya mungkin ratusan juta rupiah,” imbuhnya.

Raden memastikan dokumen yang tersimpan di bangunan tersebut bukan merupakan arsip aktif pelayanan perpajakan. Sebagian besar hanya berupa formulir kosong dan arsip lama yang masa simpannya telah melebihi ketentuan.

“Yang disimpan di sini hanya formulir kosong dan arsip lama yang memang sudah tidak dipakai,” katamya.

Ke depan, pihak KPP Pratama Tanjung Redeb juga akan meningkatkan pengamanan rumah dinas mengingat bangunan tersebut masih dihuni pegawai. Selain memastikan kelengkapan APAR, penataan dan perawatan bangunan juga akan menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terulang.

“Karena dipakai pegawai, nanti harus kita amankan dengan APAR yang lebih baik dan bangunannya juga harus dirapikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *