Curah Hujan Tinggi, Pemprov Kaltara Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometereologi Basah

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah seiring meningkatnya curah hujan di Kaltara.

Kepala BPBD Kaltara Andi Amriampa mengatakan, penetapan ini merujuk pada peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.

Menurutnya, Kaltara setiap tahun menghadapi dua pola musim, yaitu hidrometeorologi basah da hidrometeorologi kering. Saat curah hujan tinggi, risiko bencana meningkat, terutama banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :  Hampir Seluruh ASN di Kaltara Telah Aktivasi IKD

“Kondisinya sudah memasuki situasi siaga bencana hidrometeorologi basah. Masyarakat, khususnya yang bekerja di laut dan tinggal di lereng perbukitan, perlu meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan cukup tinggi dan potensi banjir serta longsor juga meningkat,” ujarnya.

Ia menegasakan, sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan melalui Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara dengan kegiatan apel siaga hidrometeorologi. Dalam apel tersebut juga mengerahkan personel dan perlengkapan penanganan bencana, yang turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kaltara.

Baca Juga :  Tembus 86 Persen dari Target, Pendapatan Pemprov Kaltara Capai Rp2,66 Triliun pada 2025

“Selain itu, Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan bencana di seluruh daerah,” tegasnya.

Menurutnya pemerintah juga menekankan sinergi seluruh unsur pentahilex—pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, dan media—untuk memastikan informasi peringatan dini BMKG tersampaikan secara cepat kepada publik.

“BMKG merilis prakiraan cuaca setiap tiga hari. Informasi itu harus terus disebarkan agar masyarakat memiliki kesadaran dan kewaspadaan sejak awal terhadap potensi cuaca ekstrem,” jelasnya.

Baca Juga :  YSBKU Dorong Pembentukan Kampus Budaya Melalui Dialog Kebudayaan

Sebab, bagi dia, koordinasi intensif juga terus dilakukan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten kota.

“Setiap daerah diminta memberikan laporan situasi cuaca dan kejadian bencana secara berkala melalui pusat komando masing-masing,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *