benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah memantapkan arah pembangunan daerah untuk lima tahun mendatang melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Fokus utama RPJMD tentu memperkuat transformasi di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pelayanan dasar.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara Bertius, tahun pertama pelaksanaan RPJMD akan diarahkan untuk memperkuat fondasi transformasi pembangunan provinsi termuda di Indonesia ini.
“Transformasi kita, adalah transformasi sosial dan ekonomi yang sifatnya menyentuh pelayanan dasar. Artinya, kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat dari tahun ke tahun semakin membaik,” ungkapnya, Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, intervensi pembangunan tidak bisa dilakukan sekaligus dalam satu tahun. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan prioritas masyarakat.
“Contohnya, intervensi pada infrastruktur pelayanan dasar seperti kebutuhan air minum, energi listrik, hingga pelayanan kesehatan. Semua ini tidak mungkin selesai dalam satu tahun. Tetapi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.
Bahkan Bertius menegaskan RPJMD Kaltara 2025–2029 memiliki empat tujuan utama yang akan menjadi pedoman pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Pertama, meningkatkan daya saing Kaltara sebagai beranda depan NKRI. Posisi Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadikan daerah ini strategis sebagai pintu depan negara.
Sehingga diperlukan penguatan daya saing di sektor ekonomi, perdagangan, maupun sumber daya manusia.
Kedua, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi birokrasi agar pelayanan publik lebih optimal.
“Yang ketiga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas hidup masyarakat akan menjadi prioritas, terutama melalui penguatan sektor pendidikan, Kesehatan. Serta pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi local,” ungkapnya.
Terakhir dengan potensi sumber daya alam yang besar. Kaltara juga menghadapi risiko iklim dan bencana.
Karena itu pengelolaan lingkungan akan diarahkan agar pembangunan tetap berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem.
Empat hal ini yang menjadi titik utama dalam pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan. Dengan RPJMD ini, arah pembangunan Kaltara akan lebih jelas, terukur, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (*)
Reporter: Ike
Editor: Ramli







