benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) mengaku resah setelah menerima telepon misterius dari nomor yang tak dikenal pada Ahad (20/7/2025.
Terpantau sudah ada beberapa mahasiswa dari berbagai jurusan yang melaporkan kejadian serupa, dengan pola nomor penelepon yang didominasi awalan 0818.
Berdasarkan informasi yang merebak, teror nomor tak dikenal ini diduga akibat kebocoran data sistem akademik kampus.
Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Nurul Ain Syafika, mengungkapkan dirinya ditelepon oleh nomor 081826406121 pada pukul 11.14 WITA. Bahkan, penelepon itu tahu alamat lengkap Nurul di Sebatik dan mengancam akan mendatangi rumahnya jika ia tak menuruti permintaan tersebut.
“Dia tahu nama lengkap saya dan bilang kalau identitas saya disalahgunakan. Dia suruh saya ke Polda,” jelasnya, kepada benuanta.co.id, Ahad (20/7/2025).
Kejadian serupa juga dialami Indah Lestari dari Fakultas Pertanian, yang ditelepon tiga kali oleh nomor berbeda pada hari yang sama. Nomor-nomor yang menghubungi Indah adalah 081882036527 pukul 10.52 WITA, 081881912455 pukul 15.17 WITA, dan 081842633120 pukul 17.44 WITA.
“Saya sempat angkat satu kali, tapi tidak ada suara. Langsung saya tutup karena takut,” katanya.
Sementara itu, Mahasiswi Fakultas Kesehatan, Miftakhul Jannah, mengalami gangguan yang lebih parah. Ia mengaku mendapat enam panggilan sepanjang hari yang sama, semuanya dari nomor tak dikenal dengan awalan 0818.
“Saya tidak angkat karena curiga. Tapi jumlahnya banyak dan beruntun,” katanya.
Panggilan tersebut datang dari nomor-nomor berikut: 081891558235 pukul 10.15 WITA, 081875681488 pukul 17.07 WITA, 081804714215 pukul 17.24 WITA, 081810261948 pukul 19.40 WITA, 081823446954 pukul 20.07 WITA, dan 081814295617 pukul 20.40 WITA.
Meski tidak diangkat, frekuensi panggilan yang intens membuat Miftakhul merasa tidak nyaman dan was-was.
Kekhawatiran akan penyalahgunaan data semakin mencuat setelah beberapa mahasiswa mengaku penelepon mengetahui data sensitif seperti NIK dan jurusan.
Berdasarkan pantauan dari benuanta.co.id, lewat pesan yang diteruskan oleh Mahasiswi FKIP, Syahrani Revi Mariska yang bertuliskan
“Kami khawatir data kami disalahgunakan. Ada yang bahkan disebut NIK-nya secara lengkap,” tulisnya.
Dugaan semakin menguat karena orang-orang di luar UBT tidak mengalami hal serupa. Dalam pesan yang diteruskan berkali-kali, ia menulis pula “Kalau ada kalian di telpon orang terus nyebut nama kalian dengan benar, info aja, siakad UBT bocor,” ujarnya.
Dalam pesan teks tersebut juga mengimbau agar mahasiswa tidak membocorkan informasi pribadi jika dihubungi nomor asing.
“Tolong diingatkan saja sama teman-teman untuk tidak menyebutkan identitas lebih lanjut seperti nomor rekening, NIK, dll,” tegasnya.
Dalam pesan tersebut juga mengatakan pihak-pihak tak dikenal itu bahkan mengaku sebagai pejabat kepolisian. Hal ini dinilai memperkuat dugaan data mahasiswa telah jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
“Penelepon bilang dia dari Kapolda, dan dia tahu detail kami. Itu yang bikin kami makin takut,” katanya.
Saat ini, para mahasiswa mendesak agar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBT dan pihak kampus segera menindaklanjuti kasus ini. “Saya berharap pihak BEM bisa menindaklanjuti masalah ini, karena sudah meresahkan. Semoga kampus juga tidak diam saja,” tuntas dalam pesan tedaksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Borneo Tarakan belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data di sistem akademik mereka. Tim benuanta.co.id masih mencoba menghubungi pihak-pihak yang berwenang untuk mengonfirmasi persoalan ini. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







