Dinkes Kaltara Kirim 6 Sampel Suspek Campak ke BKPK Jakarta

benuanta.co.id, BULUNGAN – Merespon ada informasi temuan kasus suspek campak di Kabupaten Bulungan dan Nunukan Selasa (25/1/2023) kemarin, Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kaltara Adelaide Novri Sitanggang mengatakan telah mengambil sampel suspek campak dari Kabupaten Bulungan.

“Tanjung Selor 1, Tanjung Palas 1 itu sudah di kirim ke BKPK Jakarta dan masih menunggu hasil dan di laboratorium kita belum bisa,” jelasnya Rabu (25/1/2023).

Lebih lanjut, Adelaide menjelaskan ada 6 sampel suspek campak menunggu giliran dikirim ke Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jakarta.

Baca Juga :  Siklon Tropis Bavi di Filipina Picu Cuaca Ekstrem di Kaltara

“Lalu ada 6 sampel suspek campak menunggu pengiriman, 1 dari Desa Pimping, 4 dari Tanah Kuning 1 di Bumi Rahayu,” ujarnya.

Diungkapkannya untuk kasus campak sendiri ada kriteria sebelum dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Yang mana kalau hasil sampel suspek campak tersebut dari lab keluarnya positif sebanyak minimal dua dan dia ada hubungan kontak satu sama lain kasusnya baru boleh dinyatakan KLB,” ungkapnya.

Bahkan jika pun jumlah kasus suspek campak banyak tetapi bukan di daerah yang sama dan tidak ada kontak erat belum dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga :  Penutupan Piala Gubernur Kaltara Hadirkan Kapten Timnas Futsal U-19, Revan ‘Epoy’ Ramaikan Grand Final

Seperti kejadian tahun 2022 lalu Adelaide menyebutkan ada 6 kasus suspek campak yang berada di Nunukan Tengah.

“Seperti kasus yang sedang berlangsung saat ini kan KLB campak yang ada di Nunukan hasilnya 6 positif di satu RT yang memang ada kontak erat satu sama lain,” tuturnya.

“Kita penanganannya pertama yaitu secara surveilans tetap melakukan pelacakan kasus terus menerus sampai tidak ditemukan lagi kasus serupa dengan gejala demam, matanya merah, bisa disertai pilek dan ada ruam kemerahan yang khas dikulitnya. Nah kalau masih ada KLB-nya masih berlangsung istilahnya masih ada penularan,” tambahnya.

Baca Juga :  Perkuat Konektivitas Transportasi Laut, Pemprov Kaltara Dorong Penambahan Trayek Kapal Bersubsidi ke Kemenhub RI

Kendati demikian, untuk orang yang tersuspek campak, ia mengimbau agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Tidak boleh aktivitas di luar ruangan bagi anak-anak atau orang dewasa yang kena. Lalu ada pengobatan sesuai gejala yang muncul lalu meningkatkan Imunisasi campak di wilayah tersebut dan pemberian vitamin A,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *