Pengawasan Jalur Penyelundupan Barang Ilegal di Perbatasan Diperketat

benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya pemberantasan penyelundupan di wilayah perbatasan terus diperkuat.

Sejumlah aparat gabungan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan di Dermaga Mako Lanal Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan Nunukan Selatan, Senin (27/4/2026).

Hal ini dilakukan sebagai langkah terpadu menutup ruang gerak pelaku penyelundupan di Kabupaten Nunukan.

Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Danden POM AL) Nunukan, Mayor Laut (PM) Prawanto, menegaskan gelar pasukan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kesiapsiagaan nyata aparat dalam menghadapi ancaman penyelundupan yang masih menjadi persoalan serius di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Apel gelar pasukan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat gabungan di Nunukan kini bergerak lebih solid untuk menjaga kedaulatan wilayah perbatasan sekaligus memutus jalur masuk barang ilegal ke Indonesia,” terang Prawanto.

Menurutnya, posisi Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap aktivitas ilegal lintas batas, mulai dari masuknya barang konsumsi tanpa dokumen resmi hingga produk-produk ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Penyelundupan bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap perekonomian negara, stabilitas pasar, dan kedaulatan wilayah. Karena itu, pengawasan harus diperketat dan penindakan harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.

Ia menjelaskan, barang-barang yang kerap menjadi objek penyelundupan sangat beragam, mulai dari elektronik dan gadget, pakaian serta tekstil, barang konsumsi dan minuman, rokok dan produk tembakau, obat-obatan dan kosmetik, hingga suku cadang serta kendaraan bermotor.

Tak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, praktik penyelundupan juga dinilai membuka celah bagi berkembangnya kejahatan lintas negara yang lebih besar, termasuk peredaran barang berbahaya dan aktivitas kriminal terorganisir di kawasan perbatasan.

Untuk itu, Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga sebagai kunci utama keberhasilan operasi.

Kolaborasi antara Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat melalui Kodim, Polres Nunukan, Satgas Pamtas, serta instansi terkait lainnya harus berjalan solid, mulai dari pertukaran informasi intelijen hingga operasi penindakan di lapangan.

“Tidak ada satu instansi yang bisa bekerja sendiri menghadapi kompleksitas penyelundupan. Koordinasi harus cepat, informasi harus akurat, dan tindakan di lapangan harus terpadu serta profesional,” jelasnya.

Sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam memperkuat pengamanan wilayah perbatasan, seluruh unsur di daerah diminta aktif melakukan pengawasan dan penindakan tanpa memberi celah bagi pelaku penyelundupan.

“Tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan di Nunukan. Setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung profesionalisme, integritas, dan pendekatan yang humanis,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *