benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang pengendara sepeda motor bernama Kasman (28) menjadi salah satu korban dugaan tabrak lari Avanza putih di kawasan Sebengkok, Kota Tarakan, Kamis (11/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kaki serta mengeluhkan nyeri pada pinggang dan bahu.
Kasman mengatakan, saat kejadian dirinya sedang dalam perjalanan pulang seorang diri dari tempat kerjanya. Ia melintas dari arah lampu merah menuju Sebengkok ketika tiba-tiba mendengar bunyi klakson dari belakang.
“Posisi saya lagi di atas motor, tiba-tiba dari belakang (ditabrak). Yang kena pertama motornya di bagian belakang, terus saya langsung terlempar,” jelasnya.
Menurutnya, benturan pertama mengenai bagian belakang sepeda motornya hingga kendaraan tersebut terpental. Setelah itu tubuhnya ikut terseret dan sempat menghantam sisi kendaraan sebelum akhirnya terpental ke arah sebuah warung kopi di pinggir jalan.
“Motor dulu yang kena, habis itu saya ikut kena. Saya sempat masuk ke samping mobil lalu terpental keluar,” terangnya.
Korban mengaku tidak sempat melihat jenis maupun ciri kendaraan yang menabraknya karena kejadian berlangsung sangat cepat. Setelah benturan, pandangannya sempat menghitam selama sekitar tiga detik meski tidak sampai kehilangan kesadaran.
“Saya tidak pingsan, cuma gelap sekitar tiga detik. Setelah itu pusing,” ungkapnya.
Kasman menyebut, luka yang langsung terlihat hanya berada di bagian kaki akibat terseret. Sementara rasa sakit pada pinggang dan bahu kiri baru dirasakan setelah dirinya tiba di rumah. Ia menduga bahu kirinya mengalami cedera karena menjadi bagian tubuh yang lebih dulu membentur kendaraan.
Hingga saat diwawancarai, korban mengaku masih bisa berdiri dan duduk, namun seluruh gerakan tersebut menimbulkan rasa nyeri. Usai kejadian, warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke pinggir jalan. Korban diberi minum sebelum akhirnya dijemput keluarganya menggunakan sepeda motor.
Istri korban, Rati Ang Raining (28), mengatakan dirinya mulai curiga setelah suaminya belum juga pulang sehingga mencoba menghubunginya melalui telepon. Setelah mengetahui lokasi kecelakaan, ia bersama anggota keluarga langsung menuju tempat kejadian.
“Saya sampai di sana suami sudah dalam posisi duduk. Sudah dibantu warga, ada tukang nasi goreng dan orang-orang sekitar yang membantu,” ujarnya.
Menurutnya, warga di lokasi menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun suaminya memilih pulang karena merasa kondisinya belum terlalu parah saat itu.
“Saya ajak ke Unit Gawat Darurat, tapi dia bilang tidak usah dan memilih pulang,” bebernya.
Sesampainya di rumah, rasa sakit yang dialami korban semakin terasa. Atas arahan pimpinan tempat korban bekerja, keluarga kemudian memanggil seorang perawat yang biasa menangani kondisi kesehatan Kasman untuk melakukan pemeriksaan awal di rumah.
Rati menjelaskan suaminya memiliki riwayat penyakit asam lambung sehingga perawat tersebut merupakan tenaga medis yang sudah sering memberikan perawatan ketika kondisinya kambuh.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari warga di lokasi, kendaraan yang diduga menabrak Kasman langsung melarikan diri setelah kejadian dan sempat dikejar oleh sejumlah warga, termasuk seorang pedagang nasi goreng.
Keluarga juga memperoleh informasi adanya kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar toko kosmetik dekat lokasi kejadian yang diduga dapat membantu mengungkap identitas kendaraan pelaku.
BACA JUGA:
Ngeri! Usai Tabrak Pengendara, Avanza Putih Nekat Kabur hingga Sebabkan Laka Beruntun di Tarakan
Selain itu, beredar informasi dari warga, kendaraan tersebut diduga telah menabrak korban lain sebelum menabrak Kasman. Dugaan tersebut muncul karena terdengar teriakan warga yang menyebut masih ada korban lain saat mobil melintas. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Hingga wawancara dilakukan, keluarga belum membuat laporan resmi kepada kepolisian. Menurut Rati, kemungkinan proses pelaporan akan dibantu oleh pimpinan tempat korban bekerja. “Kayaknya bos yang mengurus semua itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







