benuanta.co.id, TARAKAN – Kasus dugaan begal dialami seorang pemuda MAS berusia 20 tahun di Gunung Selatan belum lama ini sempat menghebohkan masyarakat. Tak ayal, masyarakat ada yang takut melintas di Gunung Selatan. Perkembangan terbaru dari kepolisian, MAS diduga membuat laporan palsu.
Kasus ini sebelumnya membuat gempar netizen. Ibu MAS, M mendatangi kantor polisi melaporkan kejadian yang diakui anaknya merupakan kasus begal.
MAS bahkan mengakui IPhone 13 dan uang tunai Rp3,7 juta raib malam itu di Gunung Selatan. Tak hanya itu, MAS katanya ditikam menggunakan senjata tajam pada bagian perut sebelah kiri dan dipukul pada bagian kepala sebelum akhirnya pelaku melarikan diri.
Apa sebenarnya motif pelaku berbuat demikian. Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli mengungkapkan hingga saat ini penyidik masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk memastikan apakah pengakuan yang disampaikan pelapor benar merupakan informasi palsu atau masih terdapat fakta lain yang perlu didalami.
“Sementara masih dalam pengembangan lidik untuk memastikan benar apa hoaks pengakuannya,” ungkapnya, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelapor telah mengakui bahwa informasi yang disampaikan sebelumnya tidak sesuai dengan fakta. Meski demikian, penyidik belum mengambil kesimpulan akhir karena masih harus mendalami seluruh keterangan yang diberikan.
“Pengakuannya memang memberikan informasi palsu, tapi masih didalami lagi terkait pengakuannya itu,” jelasnya.
IPTU Rusli membeberkan, fokus penyelidikan saat ini tidak hanya memastikan kebenaran pengakuan tersebut, tetapi juga menggali motif yang melatarbelakangi pelapor memberikan laporan yang diduga tidak sesuai fakta kepada kepolisian.
“Apa yang mendasari sehingga memberikan laporan palsu, sementara masih dalam pengembangan,” bebernya.
Ia menegaskan, Polres Tarakan akan menyampaikan hasil penyelidikan setelah seluruh fakta dan alat bukti terkumpul. Kepolisian memastikan setiap perkembangan kasus akan ditangani secara profesional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Baca Juga:
Seorang Mahasiswa di Tarakan Jadi Korban Curas dan Ditikam di Gunung Selatan
“Saat ini prosesnya masih dalam tahap pengembangan penyelidikan sehingga kami belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







