benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Utara tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan, menyusul dampak tidak langsung Siklon Tropis Noul yang meningkatkan peluang terbentuknya hujan.
Forecaster BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra mengatakan, meski tidak memicu angin kencang maupun gelombang tinggi di Kalimantan Utara, Siklon Tropis Noul berkontribusi terhadap meningkatnya potensi hujan sedang hingga lebat.
“Siklon Tropis Noul diprediksi bergerak ke arah timur laut menjauhi Indonesia. Namun dampak tidak langsungnya terhadap cuaca di Kalimantan Utara masih dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga hari,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau. Sementara Kota Tarakan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan.
Selain pengaruh Siklon Tropis Noul, kondisi atmosfer lokal juga berperan dalam pembentukan awan hujan di Kalimantan Utara.
“Skala lokal juga memengaruhi pembentukan hujan, seperti kelembapan udara yang tinggi akibat pemanasan muka laut di perairan sekitar Kalimantan Utara,” jelasnya.
BMKG memastikan dalam 24 jam ke depan tidak terdapat potensi angin kencang akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Noul. Begitu pula kondisi perairan Kalimantan Utara masih relatif aman karena tidak diprakirakan terjadi gelombang tinggi di atas 1,25 meter di Perairan Nunukan-Sebatik, Tarakan, maupun Tanjung Selor.
Ia menambahkan, BMKG telah merilis informasi mengenai perkembangan Siklon Tropis Noul beserta potensi dampak tidak langsungnya kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi.
Ia mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui media sosial BMKG, aplikasi Info BMKG, maupun laman resmi BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, khususnya saat hujan berintensitas lebat.
“Masyarakat diimbau menghindari lokasi rawan longsor ketika hujan lebat terjadi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







