Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pemuda di Ruko Pasar Gusher, Diduga Ada Luka di Leher Korban

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian masih menyelidiki kasus penemuan jasad seorang pemuda bernama Ismail (18) di sebuah ruko yang ada di Pasar Guser, Kelurahan Karang Rejo. Hingga saat ini, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Ini masih penemuan mayat, kami sudah lakukan olah TKP dan masih dalam penyelidikan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi terbaring dan bersimbah darah di lokasi kejadian. Secara kasat mata, terdapat luka di bagian leher korban. “Kelihatan ada luka di leher, tapi untuk detailnya nanti melalui visum,” katanya.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Jusuf SK Tarakan untuk dilakukan visum. Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan dilakukan autopsi jika mendapat persetujuan dari keluarga.

“Kita visum dulu, nanti kalau keluarga berkenan bisa dilakukan autopsi,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, termasuk orang pertama yang menemukan korban serta pihak keluarga.

“Saksi yang kita periksa yang pertama menemukan, kemudian yang melihat setelah itu, dan juga dari pihak keluarga,” ungkapnya.

Kendati demikian, upaya pengumpulan bukti terkendala karena rekaman CCTV di sekitar lokasi tidak dapat digunakan. Hingga kini, kepolisian belum dapat memastikan apakah kematian korban disebabkan oleh tindak pidana atau faktor lainnya.

“Belum bisa disimpulkan, masih terlalu awal. Nanti kita sampaikan setelah hasilnya lebih lengkap,” tegasnya.

BACA JUGA:

Remaja Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Ruko Gusher, Dikenal Rajin Bantu Orang

Pemeriksaan terhadap para saksi masih terus berlangsung untuk mengungkap secara pasti kronologi dan penyebab kejadian tersebut.

“Saksi itu yang kita ambil keterangan itu yang pertama kali lihat, yang pertama kali menemukan. Terus dari orang pertama kali menemukan ini, dia panggil lagi temannya satu lagi untuk memastikan. Itu orang kedua yang melihat itu kita panggil juga sebagai saksi juga. Sama mungkin nanti ibunya korban, orang tua korban,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *