benuanta.co.id, TARAKAN – Remaja bernama Ismail (18) yang ditemukan meninggal dunia di lantai 2 salah satu ruko di Pasar Gusher dikenal sebagai pribadi yang kerap membantu orang tuanya berjualan.
Korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya sendiri, Yusril, sekitar waktu menjelang salat Isya atau sekira pukul 19.00 WITA. Saat ditemukan, korban berada di lantai dua ruko dalam kondisi terbaring bersimbah darah.
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Umar, mengaku tidak mengetahui pasti kejadian tersebut. Ia menyebut saat peristiwa terjadi dirinya sedang melaksanakan salat Isya.
“Pas saya tinggal salat, tidak tahu apa-apa. Pulang juga belum ramai, tidak ada yang mencurigakan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menuturkan, sebelum kejadian tidak terdengar adanya keributan di sekitar lokasi. Bahkan saat kembali dari salat, situasi masih terbilang sepi.
“Tidak ada juga teriakan atau ribut-ribut. Tiba-tiba saja sudah kejadian,” terangnya.
Ia juga menyebut korban sering berada di ruko dan terkadang bermalam di sana. “Sering lihat dia jualan. Kadang juga tidur di situ,” ucapnya.
Ia menambahkan, selama ini tidak pernah mendengar adanya konflik antara korban dengan orang lain. Namun, korban diketahui sedang menjalani pengobatan.
Hal serupa juga diungkapkan warga lainnya, Barokah. Ia mengatakan selama ini korban diketahui memiliki penyakit dan memang mengkonsumsi obat-obatan.
“Iya, obat jalan. Biasanya obat jalan, ya mungkin kalau dosisnya saya tidak tahu paham penyakitnya, tapi informasi dari keluarga memang selama ini masih dalam proses pengobatan rutin ke Puskesmas,” terangnya.
Sementara itu, Lurah Karang Rejo, Sugeng Utomo, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 20.09 WITA dan langsung menuju lokasi. Ia menyebut, korban merupakan warga RT 03 Karang Rejo dan sudah lama membantu orang tuanya yang menyewa ruko tersebut sebagai tempat usaha.
“Korban sehari-hari memang beraktivitas di situ membantu orang tuanya,” jelasnya.
Sugeng juga mengungkapkan, saat kejadian diduga tidak ada anggota keluarga di dekat korban karena berada di bagian belakang lokasi usaha.
“Informasinya keluarga ada di belakang, di kandang, masih aktivitas,” katanya.
Ia menambahkan, korban ditemukan di lantai dua ruko yang tidak memiliki sekat kamar atau ruangan khusus.
“Di lantai dua, tidak ada kamar, posisinya terbuka,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak kelurahan masih menunggu hasil resmi dari kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban. Sedangkan jasad sudah dilarikan ke RSUD Jusuf SK Tarakan.
“Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan, masih menunggu hasil olah TKP dari kepolisian,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







