Didatangi OTK saat Pacaran di Tempat Gelap, Gadis 16 Tahun Diperkosa dan Pacarnya Diikat

TARAKAN – Sepasang kekasih berumur 16 tahun tertatih-tatih berjalan kaki melaporkan kejadian miris di Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Utara pada 16 Mei 2021 lalu, sekitar pukul 22.00 WITA.

Kedua anak yang masih duduk di bangku SMA tersebut melaporkan telah menjadi korban pencabulan serta pencurian di salah satu tempat sepi dan gelap di sekitar Pasir Salju, Kelurahan Juata Laut oleh orang tak dikenal (OTK).

Baca Juga :  2.626 Kendaraan Terjaring P2KB di Tarakan, 80 Roda Empat Teridentifikasi Berpelat Luar Daerah

Kapolsek Tarakan Utara, IPTU Kistaya mengatakan, kejadian pencabulan  berlangsung saat sepasang kekasih ini sedang menikmati waktu berduaan di tempat sepi sekitar pukul 21.30 WITA.

“Saat itu yang perempuan buang air kecil di pondok tak berpenghuni di sekitar TKP, setelah itu baru datang seorang pria dengan membawa parang dan mengancam kedua korban,” ujar Kistaya, Rabu (19/5/2021).

Baca Juga :  Gubernur Zainal Soroti ATR/BPN, Proses Pelepasan Lahan untuk Sekolah Rakyat Dinilai Lambat

Berdasarkan keterangan korban, saat itu si laki-laki diikat dengan tali sepatu, sedangkan yang perempuan dicabuli dan diperkosa pelaku sambil mengancam dengan senjata tajam (sajam) di tangannya.

“Saat selesai melakukan perbuatan bengisnya, pelaku mengambil HP dan motor kedua korban, lalu meninggalkan TKP,” terangnya.

Kedua korban berjalan kaki ke Polsek Utara untuk melaporkan kejadian nahas tersebut, korban perempuan sudah menjalani visum dan dimintai keterangan lebih lanjut terkait ciri-ciri pelaku.

Baca Juga :  Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Gerobak Jualan Pujasera Tanjung Selor

“Korban mengaku, ciri-ciri pelaku yakni berbadan cukup gendut dan berkumis, dengan pengakuan yang didapatkan saat ini membuat pelaku cukup sulit teridentifikasi,” terangnya.

“Polsek Utara sudah dalam proses penyelidikan, terutama untuk mencari pelaku pencurian dan pemerkosaan di bawah umur ini dan sudah dilakukan olah TKP,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor: M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *