benuanta.co.id, TARAKAN – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia, kinerja fiskal Kota Tarakan justru menunjukkan tren positif pada Semester I Tahun 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengungkapkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tarakan tumbuh 24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan penerimaan pajak daerah sebesar 17,48 persen dan retribusi daerah sebesar 14,11 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pemerintah daerah berhasil mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan di tengah keterbatasan fiskal nasional. “Ini merupakan indikasi yang baik. Di tengah efisiensi anggaran yang dialami seluruh pemerintah daerah, Kota Tarakan tetap mampu mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Namun, di balik peningkatan pendapatan, BI mencatat realisasi belanja daerah justru mengalami kontraksi 3,23 persen. Penurunan tersebut terutama disebabkan merosotnya belanja modal hingga 65,20 persen, sedangkan belanja operasional hanya turun 1,87 persen.
Agus menilai kondisi tersebut masih menunjukkan ruang fiskal Kota Tarakan berada dalam kondisi yang relatif sehat. Namun, pemerintah daerah tetap menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi pendapatan dengan belanja pembangunan.
“Tidak mudah bagi kepala daerah mengelola fiskal di tengah tuntutan pertumbuhan ekonomi. Tetapi melalui inovasi dan kolaborasi, sumber-sumber pendapatan lain masih bisa terus dioptimalkan sehingga kemandirian fiskal semakin meningkat,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan pendapatan, BI juga meminta pemerintah daerah memperkuat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah melalui TP2DD. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat transparansi penerimaan. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








