Mayoritas Pencari Kerja di Tarakan Lulusan SLTA

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan mencatat mayoritas pencari kerja di daerah tersebut masih didominasi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kondisi ini menjadi perhatian karena lulusan baru dari perguruan tinggi diperkirakan akan menambah jumlah pencari kerja dalam beberapa waktu ke depan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan, Agus Sutanto menyebutkan, hingga Juli 2026 terdapat sekitar 800 pencari kerja yang terdaftar melalui penerbitan Kartu AK-1 (kartu kuning).

“Dari sekitar 800 pencari kerja itu, lebih dari 500 orang atau sekitar 60 persen merupakan lulusan SLTA,” sebutnya, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga :  Polisi Buru Pemasok Sabu Jaringan Pantai Amal, Satu Orang Masih DPO

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka Kota Tarakan pada 2025 mencapai 5,06 persen, atau sekitar 6.000 orang. Ia menjelaskan, jumlah pencari kerja yang tercatat di Disperinaker tidak mencerminkan keseluruhan pengangguran karena hanya masyarakat yang mengurus Kartu AK-1 yang masuk dalam data administrasi.

Dirinya memperkirakan jumlah pencari kerja akan kembali meningkat setelah sejumlah perguruan tinggi di Tarakan melaksanakan wisuda. “Yang baru lulus hari ini pun bisa langsung mengurus kartu kuning di lokasi Job Fair dan mengikuti rekrutmen,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Tujuh Pemuda Terduga Balap Liar di Sungai Kapuas

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah pencari kerja relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Pada 2025, jumlah pencari kerja mencapai sekitar 1.500 orang dalam setahun dengan lulusan SLTA tetap mendominasi, yakni sekitar 890 orang atau lebih dari separuh total pencari kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lulusan pendidikan menengah masih menjadi kelompok yang paling banyak membutuhkan akses lapangan kerja. Di sisi lain, meningkatnya lulusan perguruan tinggi setiap tahun juga berpotensi memperketat persaingan kerja apabila pertumbuhan kesempatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lulusan.

Baca Juga :  Petakan Wilayah Rawan Pohon Tumbang, BPBD Minta Warga Pangkas Dahan Pohon Secara Mandiri

Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaksanaan Job Fair menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Namun, upaya jangka panjang tetap diperlukan melalui peningkatan investasi, pengembangan industri, serta penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap tenaga kerja sesuai jenjang pendidikan dan kompetensi masyarakat Tarakan. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *