benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan menargetkan sedikitnya 500 lowongan pekerjaan tersedia dalam pelaksanaan Job Fair yang akan digelar pada Kamis, 30 Juli 2026, di Aula Unit Pelaksana Teknis (UPT) Latihan Kerja. Bursa kerja tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mengurangi tingginya jumlah pencari kerja yang terus bertambah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan, Agus Sutanto, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mengirimkan undangan kepada lebih dari 60 perusahaan untuk berpartisipasi. Kendati baru sebagian yang mengonfirmasi keikutsertaan, pihaknya optimistis target penyediaan ratusan lowongan dapat tercapai.
“Kita target paling tidak sekitar 500 lowongan kerja. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini jumlah pencari kerja yang terdaftar melalui penerbitan Kartu Tanda Pencari Kerja (AK-1) atau kartu kuning telah mencapai sekitar 800 orang. Jumlah tersebut belum termasuk lulusan baru yang belum mengurus kartu pencari kerja.
Data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan menunjukkan lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) masih mendominasi pencari kerja dengan persentase sekitar 50 hingga 60 persen. Sementara lulusan Strata 1 (S-1) mencapai sekitar 30 persen, sedangkan sisanya berasal dari lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD), dan jenjang pendidikan lainnya.
“Sebagian besar merupakan warga Tarakan, termasuk mereka yang sebelumnya kuliah di Pulau Jawa kemudian kembali mencari pekerjaan di Tarakan,” jelasnya.
Pelaksanaan Job Fair nantinya dipusatkan di Aula UPT Latihan Kerja dengan kapasitas sekitar 15 stan perusahaan. Jika jumlah peserta bertambah, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan menyiapkan ruang rapat kantor sehingga mampu menampung hingga sekitar 30 perusahaan.
Agus menyebut secara ideal sedikitnya lima hingga sepuluh perusahaan telah cukup untuk menyelenggarakan Job Fair skala mini. Namun, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi perusahaan lain yang ingin bergabung.
Selain menyediakan akses lowongan kerja, Disperinaker juga membuka pelayanan penerbitan AK-1 di lokasi kegiatan. Masyarakat yang belum memiliki kartu kuning tetap dapat mengurus dokumen tersebut secara langsung.
“Kalau jaringan internet normal, sekitar lima menit selesai. Kalau jaringan bermasalah tetap kami layani secara offline dan selesai pada hari yang sama,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







