benuanta.co.id, BULUNGAN – Tanaman Theobroma Cacao L nama lain dari Kakao tengah gencar dikembangkan di Kabupaten Bulungan. Investasi ini cukup menjanjikan bagi petani, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan sendiri telah menyiapkan lahannya berupa hutan produksi untuk ditanami kakao sekitar 1.000 hektare.
Kepala KPH Bulungan Wahyu Astuti melalui Penyuluh Kehutanan UPTD KPH Bulungan, Suryantoh mengatakan lokasinya berada di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas.
“Jadi lahan itu kita dorong menjadi hutan kemasyarakatan (HKm) in yang mau diajukan izinnya. Desa Antutan juga sudah ada hutan desanya sekitar 600 hektare untuk ditanami kakao,” ucap Suryantoh kepada benuanta.co.id, Ahad 7 November 2021.
Kata dia polanya adalah agro foresti yakni tanaman kakao diselingi tanaman kehutanan berupa pohon mahoni, pohon meranti dan pohon lainnya. Kegiatan penanaman kakao ini sudah berjalan kurang lebih 2 tahun lamanya.
“Bibit kakaonya di bantu oleh Dinas Pertanian Bulungan itu sekitar 70 ribu bibit, sebagian sudah ditanam sebagian lagi proses. Yang tertanam kurang lebih ada 100 hektare,” ujarnya.
Suryantoh mengatakan ini terwujud atas kolaborasi bersama pemerintah bersama masyarakat bahkan pihak perusahaan juga terlibat yakni PT PKN. Bahkan perusahaan tersebut akan menyekolahkan seorang petani terpilih di pusat pengembangan kakao di Jember Jawa Timur.
“Untuk sumber dayanya itu dari PT PKN dan SMKN 1 Tanjung Palas jurusan pertanian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







