411 Koperasi Desa Merah Putih di Kaltara Belum Beroperasi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Program pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus berjalan.

Namun hingga kini, seluruh koperasi masih berada pada tahap pembangunan gerai dan belum ada yang resmi beroperasi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kaltara, Hasriyani, mengatakan dari total 411 koperasi desa yang telah terbentuk, fokus saat ini masih pada percepatan pembangunan gerai di masing-masing wilayah.

Hasriyani menjelaskan, untuk skala usaha maupun permodalan, koperasi desa tidak perlu menunggu karena telah didukung melalui Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.

“Untuk permodalan tidak menunggu, karena menggunakan alokasi dana desa. Informasinya langsung dari Kementerian Keuangan yang akan menyalurkan ke desa,” katanya, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, pembangunan gerai koperasi desa dilakukan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung hingga tiga tahun ke depan dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar.

Saat ini, sebagian besar koperasi masih dalam tahap penyediaan lahan dan pembangunan fisik. Tidak semua desa dapat langsung membangun, karena terdapat sejumlah persyaratan, seperti status lahan yang harus jelas dan tidak dalam sengketa.

“Lahan yang digunakan harus merupakan aset pemerintah daerah atau hibah yang sah. Jadi memang tidak semua desa bisa langsung membangun gerai,” jelasnya.

Di Kabupaten Bulungan, misalnya, ketersediaan lahan yang siap untuk pembangunan gerai masih terbatas. Di Tanjung Selor, diperkirakan baru sekitar 15 lokasi yang siap dibangun.

Salah satu progres pembangunan terlihat di koperasi desa yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Bangunan berukuran sekitar 20 x 25 meter itu telah berdiri dengan dominasi warna putih dan merah, dan progresnya mencapai sekitar 80 persen meski belum memasuki tahap akhir.

Sementara itu, perkembangan cukup signifikan juga terlihat di Kota Tarakan. Di wilayah Juata Permai, pembangunan gerai koperasi desa disebut telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen.

Hasriyani menegaskan hingga saat ini belum ada satu pun gerai koperasi desa yang beroperasi. “Belum ada yang beroperasi. Semuanya masih dalam proses pembangunan gerai,” tegasnya.

Ke depan, koperasi desa diharapkan dapat bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah lebih dulu berjalan, sehingga tidak terjadi persaingan melainkan kemitraan.

“Koperasi desa dan BUMDes seharusnya bisa bermitra, bukan menjadi kompetitor. Tujuannya sama-sama untuk menggerakkan ekonomi desa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *