Pertumbuhan Transaksi QRIS Kian Pesat, Lampaui 100 Persen pada 2025

benuanta.co.id, BULUNGAN — Transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Utara (Kaltara) kian menunjukkan akselerasi signifikan.

Hampir seluruh pelaku UMKM di sejumlah wilayah kini telah mengadopsi sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), seiring dorongan kuat dari Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan perkembangan penggunaan QRIS di daerah ini tergolong sangat pesat dalam setahun terakhir. Ia menyebutkan, pertumbuhan transaksi bahkan melampaui 100 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau melihat datanya, perkembangan QRIS di Kaltara sangat pesat. Tahun lalu saja pertumbuhannya lebih dari 100 persen, baik dari sisi nilai transaksi maupun jumlah pengguna,” ujar Hasiando, Ahad (19/4/2026).

Menurut dia, tren tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Tidak hanya di pusat kota seperti Tarakan, adopsi QRIS juga telah menjangkau pelaku UMKM di kawasan pinggiran, termasuk di sepanjang bantaran sungai.

“Sekarang kita bisa lihat di kafe-kafe, pasar, hingga UMKM di pinggiran sungai, sudah menerima pembayaran digital menggunakan QRIS,” kata dia.

BI, lanjut Hasiando, terus mendorong perluasan penggunaan QRIS tidak hanya di sektor UMKM, tetapi juga pada fasilitas publik seperti pelabuhan dan pasar tradisional. Upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi.

“Penggunaan uang kartal perlu kita kurangi secara bertahap. Selain alasan efisiensi, menyimpan uang tunai dalam jumlah besar juga memiliki risiko,” ujarnya.

Ia menambahkan, digitalisasi sistem pembayaran menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Dengan adopsi QRIS yang semakin luas, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat, aman, dan transparan.

Implementasi QRIS secara menyeluruh di kalangan UMKM dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong inklusi keuangan di Kaltara sekaligus mempercepat integrasi ekonomi digital di wilayah perbatasan tersebut. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *