TARAKAN – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kota Tarakan, camat serta lurah se-Kota Tarakan, di Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan, Selasa (11/8/2020).
Walikota Tarakan, dr. Khairul menyampaikan, adanya bantuan PEN bagi pekerja non Pegawai Negeri Sipil (PNS), non Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan non Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki gaji dibawah Rp 5 juta dan harus menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang satu paket dengan usaha mikro, ini merupakan upaya pemerintah dalam masa transisi untuk pemulihan.
“Saya kira itu adalah upaya dalam masa transisi untuk pemulihan, karena sekarang ini pertumbuhan ekonomi kita sedang turun. Tentu untuk memulihkan harus ada uang beredar,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Kamis (14/8/2020).
“Dan uang beredar itu adalah salah satu cara pemerintah memberi uang kepada masyarakat melalui usaha mikro yang dipakai untuk modal. Termasuk juga untuk pekerja yang terdampak karena PHK Covid-19 kemarin,” tambahnya.
Orang nomor satu di Tarakan ini juga berharap stimulus dari pemerintah yang dijadwalkan bakal digulirkan pada Septembet 2020 mendatang tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebab, hal itu juga dinilai dapat mempengaruhi roda ekonomi agar terus berjalan.
“Yang pasti untuk kebutuhan pokok, sembako dan sebagainya lah harapnya kita untuk menyambung hidup,” tutupnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor: M. Yanudin







