Buka Lahan dengan Cara Dibakar, Api Membesar, Warga Minta Bantuan BPBD

TANJUNG SELOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan berhasil memadamkan api yang membakar kebun masyarakat. Kejadiannya Jumat, 12 Maret 2021 di Jalan Lokpon Punan, RT 2, RW 1, Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

“Kemarin terjadi kebakaran lahan sekitar pukul 13.30 wita, apinya bisa dikendalikan sekitar pukul 16.04 wita,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulungan Fatokah kepada benuanta.co.id, Sabtu 13 Maret 2021.

Lahan yang terbakar itu merupakan milik warga Tarakan bernama Hj. Hadariah. Di mana lahan tersebut digunakan untuk lahan bercocok tanam oleh salah satu kelompok tani di Desa Apung. “Pembakar lahan merupakan kelompok tani warga setempat berjumlah kurang lebih 20 orang dan langsung dipimpin Ketua RT-nya,” jelasnya.

Baca Juga :  Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Atap Pasar Induk di Tanjung Selor

Sebelumnya kelompok tani ini telah membuat pembatas api atau sekat agar api tak melebar ke lahan lain. Hanya saja api tak terkendali membuat warga melapor ke BPBD agar dapat membantu pemadaman api.

“Sudah dibuatkan batas dan sekat serta dijaga oleh kelompok tani tersebut. Mereka juga sudah menyiapkan alat semprot manual untuk antisifasi yang tidak diinginkan. Sebelum pembakaran dilakukan, mereka sudah mendatangi Polda Kaltara untuk minta petunjuk,” paparnya.

Baca Juga :  Kontingen PWI Bulungan Sabet 22 Medali pada PORWADA II Kaltara 2026

Fatokah pun meminta kepada masyarakat agar dalam pembukaan lahan tidak melakukan pembakaran lahan dalam kapasitas besar. Terlebih telah diinstruksikan Presiden Joko Widodo yang disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah, Kapolda, Pangdam dan stakeholder lainnya melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara intensif.

“Kita minta supaya dikurangi atau ditiadakan, terlebih kita akan menghadapi cuaca panas. Karhutla akan mudah terjadi,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Idris Masih Setia jadi Ojek Pangkalan di Tengah Maraknya Transportasi Online

Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *