Kelurahan Juata Laut Didorong Jadi Kampung Rescue, Nelayan Jadi Sasaran Edukasi Hadapi Kondisi Darurat

TARAKAN – Masyarakat pesisir di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, disiapkan menjadi bagian dari program Kampung Rescue yang digagas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pertama di Kalimantan Utara. Program ini bertujuan membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, terutama ketika terdapat korban yang membutuhkan pertolongan pertama.

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, menjelaskan pembentukan Kampung Rescue diarahkan untuk membangun komunitas masyarakat yang memiliki pemahaman dasar mengenai teknik pertolongan. Wilayah pesisir menjadi sasaran utama karena masyarakat, khususnya nelayan, memiliki aktivitas yang berkaitan erat dengan kondisi perairan dan potensi kedaruratan.

Menurutnya, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya menunggu kedatangan petugas penyelamat ketika terjadi insiden. Warga diharapkan mampu memberikan bantuan awal kepada korban sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari tim SAR.

Baca Juga :  Kodaeral XIII Tarakan Klarifikasi soal Permintaan Pemasangan Polisi Tidur Kawasan Ladang

“Tujuan kami untuk meningkatkan atau membangun komunitas masyarakat yang berada di pinggiran pesisir, khususnya di daerah Juata Laut, untuk memberikan edukasi ke masyarakat sehingga mereka dapat memahami teknik pertolongan apabila korban yang membutuhkan pertolongan pertama,” ujarnya.

Salah satu materi yang akan diberikan adalah Bantuan Hidup Dasar (BHD). Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan memberikan pertolongan awal secara tepat, sehingga penanganan terhadap korban dapat dilakukan lebih cepat sebelum bantuan medis atau petugas terkait tiba.

Kecamatan Tarakan Utara dipilih sebagai wilayah awal sekaligus proyek percontohan Kampung Rescue di Kalimantan Utara. Syahril menyebutkan, rencana tersebut mendapat respons positif dari pihak kecamatan dan telah disepakati untuk ditindaklanjuti bersama.

Baca Juga :  Peredaran Liquid Mengandung Ganja Sintetis, Ini Penjelasan BPOM Tarakan

Basarnas Tarakan menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan edukasi dan kegiatan lapangan. Pelaksanaan teknis selanjutnya akan menyesuaikan petunjuk dari pihak kecamatan agar program yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan.

“Yang pasti tinggal menunggu petunjuk teknis dari kecamatan, kapan kita mulai aksi, kita akan lakukan aksi yang sudah direncanakan tadi,” tuturnya.

Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Basarnas kepada wilayahnya. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi kecamatan untuk menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat, terutama dalam membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

“Kesiapsiagaan tidak bisa lahir hanya dari Basarnas, tidak bisa lahir hanya dari BPBD, tapi memenuhi untuk semua unsur, termasuk untuk masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Gajah Mada Mulai Ditangani, Pembersihan Drainase Terpantau di Lapangan

Dalam tahapan jangka pendek, Kecamatan Tarakan Utara menargetkan peluncuran Kampung Rescue pada November 2026. Selanjutnya, program akan dilanjutkan dengan edukasi secara berkelanjutan melalui kolaborasi bersama Basarnas. Sasaran kegiatan tidak hanya kelompok nelayan, tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Juata Laut.

Untuk jangka panjang, program tersebut diharapkan dapat direplikasi ke sejumlah wilayah pesisir lainnya, baik di Kota Tarakan maupun kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara. Dengan demikian, pembentukan Kampung Rescue tidak berhenti sebagai program percontohan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina