Api Muncul dari Rumah Kosong, Dua Rumah di Sebengkok Kenanga Terbakar

TARAKAN – Kebakaran terjadi di Jalan Pangeran Diponegoro, RT 31/RW 04, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Kamis (29/10/2026) siang. Api diduga berasal dari sebuah rumah yang telah kosong selama sekitar satu minggu, kemudian berdampak pada rumah di sebelahnya hingga membuat penghuni bergegas menyelamatkan diri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan, Sofyan, S.H., M.H., mengungkapkan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 12.27 Wita. Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran ke lokasi, meskipun saat itu sebagian petugas baru menyelesaikan perjalanan dinas dari Tanjung Selor.

“Ya, kami mendapat informasi melalui grup, yaitu 12.27. Kami kebetulan juga baru selesai perjalanan dinas dari Tanjung Selor, langsung mengintervensi semuanya,” ungkapnya.

Dalam penanganan tersebut, PMK mengerahkan empat unit kendaraan dari sektor barat dan Mako Kampung 1. Armada yang digunakan terdiri dari dua unit mobil pemadam dan dua unit mobil suplai air. Penanganan juga melibatkan sejumlah instansi, di antaranya PDAM, BPBD, PLN, PMI, Satpol PP, TNI, dan Polri yang menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

“Sarana prasarana yang kami gunakan hari ini dari sektor barat dan Mako Kampung 1 berjumlah empat unit. Dua unit pemadam, dua unit suplai, dibantu suplai dari PDAM, BPBD, PLN, PMI, Satpol PP, TNI, dan Polri di TKP,” jelasnya.

Sofyan menyebut proses pemadaman tidak berlangsung terlalu lama. Namun, petugas tetap melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Setelah pendinginan, sesuai SOP kita akan menunggu satu jam sampai benar-benar bara itu sudah tidak mengeluarkan asap, baik asap pekat maupun asap sisa dari panas bara api yang ada,” katanya.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, kebakaran berdampak pada dua unit rumah bernomor 19 dan 20. Selain bangunan, sejumlah bagian pagar di sekitar rumah juga terdampak. Meski demikian, Sofyan menyebut dampak kebakaran terhadap rumah di sebelahnya tidak terlalu besar dibandingkan titik awal api.

Baca Juga :  Kodaeral XIII Tarakan Klarifikasi soal Permintaan Pemasangan Polisi Tidur Kawasan Ladang

“Kalau dilihat ini dua unit. Alhamdulillah, yang terdampak ini tidak terlalu, ada dua. Tapi terdampak pagar-pagarnya saja,” bebernya.

Sofyan menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Penentuan sumber api dan faktor pemicu kejadian tersebut diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan.

“Untuk penyebabnya kita belum tahu. Nanti kebetulan ada pihak kepolisian dari unit, silakan saja. Kami belum bisa menyampaikan untuk itu,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, khususnya dalam memastikan kondisi instalasi listrik. Pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama rumah tidak dihuni.

“Kami mengimbau masyarakat yang rumahnya kosong agar dipastikan benar-benar aliran listriknya mati. Sampai dicek benar-benar,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PMK Kota Tarakan, Eko Suprayitnoko, mengatakan informasi awal yang diterima petugas dari masyarakat menyebutkan api diduga berasal dari rumah milik Haji Fatma. Rumah tersebut diketahui telah kosong selama kurang lebih satu minggu karena penghuninya pindah sementara ke kawasan Mamburungan.

“Informasi awal dari masyarakat, sumber api dari rumah Haji Fatma. Dan pas kejadian, kebetulan rumah itu memang dalam keadaan kosong,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun petugas, rumah tersebut ditinggalkan ketika pemiliknya berada di Mamburungan untuk mendampingi anggota keluarga yang hendak melahirkan. Kondisi rumah yang kosong itu menjadi salah satu informasi awal yang diterima petugas, tetapi belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kebakaran.

Eko menjelaskan, penanganan kebakaran berlangsung di kawasan permukiman padat. Kondisi tersebut membuat pihaknya meminta bantuan dari Pertamina untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan dalam proses pemadaman. Namun, kendaraan berukuran besar milik Pertamina tidak dapat menjangkau titik kejadian karena akses jalan yang terbatas.

“Begitu kita size up, awal anggota melaporkan kawasan padat. Jadi Pertamina kita informasikan. Tapi unitnya tidak bisa masuk karena mobilnya besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Gajah Mada dan Penanganan Drainase Belum Terlihat

Eko memperkirakan pemadaman berlangsung sekitar 30 menit, dilanjutkan pendinginan selama kurang lebih 46 menit. Petugas melakukan proses tersebut untuk memastikan api benar-benar terkendali sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

“Pemadaman kita 30 menit, kurang lebih setengah jam. Pendinginannya kurang lebih 46 menit,” tuturnya.

Di sisi lain, Ani, pemilik rumah nomor 19 yang turut terdampak, menceritakan kepanikan saat mengetahui api telah membesar dari rumah di sebelahnya. Ketika kejadian, ia berada di rumah bersama ibu dan kakaknya. Begitu menyadari kondisi tersebut, Ani langsung meminta keluarganya keluar untuk menyelamatkan diri.

“Sudah besar. Saya bilang, ‘Mak, lari keluar, lari, ada api.’ Kakak saya juga keluar, orang tua sudah keluar,” terangnya.

Dalam keadaan panik, Ani berusaha menyelamatkan sejumlah barang yang masih bisa dijangkau. Ia mengaku hanya sempat mengambil beberapa pakaian dan barang seperlunya sebelum meninggalkan rumah karena api sudah membesar.

“Saya ambil lagi baju-baju semuanya, yang seadanya saja. Baju mama saya, baju kakak saya,” katanya.

Ani mengatakan, saat kebakaran terjadi, suaminya sedang bekerja di luar daerah. Ia juga belum mengetahui secara pasti kondisi rumah setelah kejadian dan masih berusaha menghubungi suaminya melalui pesan singkat. Meski demikian, Ani memastikan dirinya bersama ibu dan kakaknya berhasil keluar tanpa mengalami luka.

“Kita bertiga saja. Mama saya, kakak saya, saya. Kalau suami lagi kerja di luar kota,” ujarnya.

Ani menyebut rumah yang diduga menjadi sumber api sebelumnya memang sudah kosong selama sekitar lima hari. Ia mengetahui penghuni rumah tersebut telah pindah ke Mamburungan, tetapi tidak mengetahui secara pasti penyebab munculnya api.

“Baru aja dia pindah ke Mamburungan. Kalau tidak salah, sekitar lima harian,” tuturnya.

Sementara itu, Kahar, menantu Hj. Fatma (pemilik rumah nomor 20) membenarkan bahwa rumah nomor 20 telah ditinggalkan keluarga sejak Jumat pekan sebelumnya. Ia mengatakan keluarga berencana membersihkan rumah tersebut pada hari kejadian karena masih mempertimbangkan untuk kembali menempatinya atau menyewakan maupun menjualnya.

Baca Juga :  Jalan Gajah Mada Mulai Ditangani, Pembersihan Drainase Terpantau di Lapangan

“Posisi hari ini pun mau kembali ke sini. Hari ini harus siap-siap mau membersihkan rumah,” katanya.

Kahar menjelaskan, sebelum meninggalkan rumah, keluarga telah memastikan aliran listrik dan gas dalam keadaan mati. Sejumlah barang elektronik, termasuk televisi, kulkas, dan AC, juga telah dibawa keluar. Satu unit AC yang masih berada di dalam rumah disebut sudah rusak dan tidak lagi terhubung dengan aliran listrik.

“Listriknya mati. Gas juga posisinya mati. Gas itu saya yang cabut, kerannya mati, saya tutup plastik juga,” jelasnya.

Selain itu, keluarga telah menitipkan kunci kepada tetangga yang tinggal di seberang rumah untuk memeriksa kondisi bangunan setiap hari. Pemeriksaan dilakukan pada pagi dan menjelang malam, termasuk mengatur lampu depan rumah yang biasanya dimatikan pada pagi hari dan dinyalakan kembali ketika malam.

“Dia yang ngecek setiap hari, pagi sama magrib, kalau mau malam. Jadi kalau malam dia nyalakan lampu, kalau pagi dia matikan,” bebernya.

Meski demikian, Kahar mengaku tidak mengetahui bagaimana api bisa muncul di dalam rumah. Ia menyebut kondisi listrik dan gas telah dipastikan mati sebelum rumah ditinggalkan, sehingga penyebab kebakaran masih menjadi pertanyaan bagi keluarganya.

“Ya, tidak tahu kenapa bisa muncul api. Kalau menurut saya, kalau bilang korsleting, kayaknya kecil kemungkinan karena posisi listriknya mati,” tuturnya.

Kahar menyebut rumah tersebut sebelumnya diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp100 juta. Namun, nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan karena masih perlu melihat kondisi bangunan dan kerusakan yang ditimbulkan.

“Ya, ditaksir aja kira-kira berapa harga rumahnya. Ya, ada Rp100 juta harga rumahnya,” pungkasnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api dan faktor yang memicu kebakaran tersebut. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli