Jalan Gajah Mada Mulai Ditangani, Pembersihan Drainase Terpantau di Lapangan

TARAKAN – Polemik kerusakan Jalan Gajah Mada, Kota Tarakan, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai mendapat penanganan. Setelah sebelumnya warga mempertanyakan tindak lanjut rencana perbaikan, aktivitas pembersihan drainase kini terpantau di kawasan tersebut, sementara perbaikan badan jalan masih dinantikan.

Berdasarkan pantauan tim Benuanta.co.id pada Rabu (28/10/2026) sore sekitar pukul 16.30 Wita, terlihat sebuah alat pengeruk atau traktor terparkir di area tepat di depan Kopi Kenangan, Jalan Gajah Mada. Di sekitar lokasi tersebut juga terpantau adanya kegiatan pembersihan drainase sebagai bagian dari penanganan saluran air di kawasan itu.

Kegiatan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya muncul keluhan warga mengenai kerusakan jalan, genangan air, dan bau tidak sedap. Meski pembersihan drainase sudah terlihat, berdasarkan pantauan di lapangan saat itu, penanganan yang teramati masih berfokus pada saluran air, sedangkan pengerjaan badan jalan belum terlihat.

Baca Juga :  Kodaeral XIII Tarakan Klarifikasi soal Permintaan Pemasangan Polisi Tidur Kawasan Ladang

Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, S.H., membenarkan bahwa pembersihan drainase di Jalan Gajah Mada telah mulai dilakukan setelah pihaknya mengonfirmasi perkembangan tersebut kepada DPUPR Kota Tarakan. Ia menyebut persoalan jalan itu juga masuk dalam tuntutan mahasiswa yang disampaikan dalam aksi sebelumnya.

“Jalan Gajah Mada memang juga masuk dalam tuntutan mahasiswa. Kita sudah konfirmasi ke DPUPR Kota Tarakan, hari ini sudah dilakukan pembersihan drainase. Jadi, sudah ada penanganan yang mulai dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya, Kamis (29/10/2026).

Meski demikian, Yunus mengaku belum mengetahui secara pasti sampai kapan kegiatan pembersihan drainase tersebut akan berlangsung. Ia memastikan bahwa berdasarkan hasil konfirmasi kepada instansi terkait, pengerjaan sudah dilakukan pada bagian saluran. Sementara itu, tindak lanjut perbaikan badan jalan masih dinantikan.

Baca Juga :  Speedboat Mati Mesin di Perairan Muara Bulungan, Lima Warga Tarakan dalam Pencarian

“Untuk waktu sampai kapannya belum tahu, tetapi setelah kita konfirmasi (ke DPUPR Kota Tarakan) sudah ada pengerjaan di area drainasenya,” tukasnya.

Sebelumnya, DPUPR Provinsi Kalimantan Utara dan DPUPR Kota Tarakan telah menyepakati pembagian penanganan sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah provinsi direncanakan menangani perbaikan badan Jalan Gajah Mada yang menjadi kewenangannya, sedangkan pemerintah kota akan melakukan penanganan drainase yang masuk dalam kewenangan daerah. Dalam keterangan sebelumnya, kedua pihak menyampaikan rencana penanganan dalam waktu dekat.

Pembagian kewenangan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan di kawasan itu. Perbaikan badan jalan perlu diikuti dengan penanganan saluran air agar genangan yang selama ini dikeluhkan tidak terus berulang. Karena itu, perkembangan pekerjaan dari kedua instansi masih perlu dipantau, terutama terkait pelaksanaan perbaikan jalan setelah pembersihan drainase dilakukan.

Baca Juga :  Penganggaran Pemasangan Polisi Tidur di Kawasan Ladang Ternyata lewat CSR, Boleh atau Tidak?

Sebelumnya, warga sekitar mengeluhkan kondisi Jalan Gajah Mada yang rusak dan kerap tergenang, disertai bau tidak sedap yang mengganggu pengguna jalan. Warga juga mempertanyakan tindak lanjut rencana perbaikan setelah membaca pemberitaan bahwa penanganan akan dilakukan dalam waktu dekat. Mereka berharap koordinasi pemerintah segera diwujudkan melalui pengerjaan nyata agar kondisi jalan dan drainase dapat ditangani secara menyeluruh.

Dengan terpantau adanya kegiatan pembersihan drainase pada Rabu sore, penanganan Jalan Gajah Mada mulai menunjukkan perkembangan pada sisi saluran air. Namun, perbaikan badan jalan masih menjadi hal yang dinantikan masyarakat. Kepastian mengenai tahapan lanjutan dan waktu penyelesaian pekerjaan masih menunggu keterangan lebih lanjut dari instansi terkait. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli