Produksi Air Bersih di Tarakan Turun 30 Persen, Pola Distribusi Bergilir Mulai Dilakukan

Tarakan59 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Krisis air baku mulai mengganggu pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan. Penurunan debit air di sejumlah sumber baku membuat kapasitas produksi air bersih turun hampir 30 persen dan berdampak terhadap sekitar 15 ribu pelanggan.

Direktur PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan kapasitas produksi yang sebelumnya berada di kisaran 333–340 liter per detik kini hanya tersisa sekitar 191 liter per detik.

“Dari 333, artinya turun 142 liter per detik. Nah, ini mengakibatkan untuk daerah perbukitan dan daerah pesisir itu tidak mengalir (airnya),” ujarnya.

Salah satu sumber air baku yang kondisinya paling kritis berada di Embung Binalatung. Ketinggian air di embung tersebut bahkan sudah tidak mampu mencapai pipa hisap sehingga instalasi pengolahan air (IPA) yang bergantung pada sumber tersebut harus dihentikan.

Baca Juga :  DPRD Soroti Celah Pengawasan Aplikator Ojol di Tarakan, Pemda Tak Punya Wewenang Cabut Izin

“Di Embung Binalatung itu sudah habis airnya. Bahkan di lubang hisapnya sudah tidak bisa menghisap lagi,” ungkapnya.

IPA Kampung 1 yang memiliki kapasitas sekitar 60 liter per detik telah dimatikan sejak dua hari lalu karena tidak lagi mendapatkan pasokan air baku yang cukup.

Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah wilayah pelayanan, di antaranya Mamburungan, Kampung 1, Kampung 4, Kampung 6, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang hingga sebagian Selumit Pantai.

Sementara wilayah pelayanan Persemayan yang mencakup Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, Persemayan hingga sekitar Jembatan Bongkok juga berpotensi mengalami gangguan distribusi. Guna mengatasi keterbatasan produksi, PDAM mulai menerapkan pola distribusi bergilir. Uji coba telah dilakukan sejak sehari sebelumnya dan mulai diterapkan secara penuh pada hari ini.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kapolres Tarakan

“Nanti akan kita gilir dua hari sekali,” jelas Iwan.

Kendati demikian, tidak seluruh pelanggan terdampak. Sejumlah wilayah yang
mendapatkan pelayanan dari IPA Kampung Bugis, IPA Juwata dan Bengawan masih dinilai aman. Ia memperkirakan sekitar 30 persen pelanggan akan merasakan dampak dari penurunan kapasitas produksi tersebut.

“Produksi kita turun hampir 30 persen. Jadi yang terdampak sekitar 30 persen, sekitar 15.000 pelanggan,” ungkapnya.

PDAM juga menyiapkan langkah alternatif bagi wilayah yang benar-benar tidak mendapatkan aliran air. Masyarakat dapat mengajukan permintaan melalui RT untuk mendapatkan pasokan air bersih menggunakan mobil tangki.

Baca Juga :  Jangan Sepelekan Api, Aparat Ingatkan Bahaya Karhutla dan Ancaman Pidananya

“Untuk daerah-daerah yang benar-benar tidak mengalir, nanti mungkin akan kita bagikan air gratis pakai tangki. Nanti kita umumkan sesuai permintaan RT-nya,” tuturnya.

Ia mengimbau pelanggan aktif memantau informasi resmi melalui media sosial PDAM untuk mengetahui jadwal distribusi air di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diminta menyediakan tempat penampungan air di rumah agar dapat menyimpan pasokan ketika distribusi kembali mengalir.

“Pada saat mengalir, ditampung saja airnya nanti,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *