Waspada! Banjir Rob di Tarakan pada 14-15 Agustus, Tinggi Muka Laut Capai 3,6 Meter

Tarakan73 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprediksi ketinggian muka air laut di wilayah Tarakan meningkat hingga mencapai 3,6 meter pada 14-15 Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi fase bulan baru yang berlangsung pada 12-13 Agustus dan berpotensi menyebabkan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Tarakan.

Forecaster BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra, mengungkapkan fase bulan baru menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan ketinggian muka air laut akibat proses pasang surut.

“Fase bulan baru ini terjadi prosesnya 12 hingga 13 Agustus,” ungkapnya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Reza, setelah fase bulan baru tersebut, ketinggian muka air laut diperkirakan terus mengalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada 14-15 Agustus. Berdasarkan prediksi BMKG, tinggi muka air laut maksimum dapat mencapai 3,6 meter.

Baca Juga :  Deflasi Juli 0,57 Persen, Inflasi Tahunan Tarakan Masih di Atas Target

“Potensinya puncaknya itu pada tanggal 14 sampai 15 Agustus, dengan ketinggian maksimum hingga 3,6 meter,” katanya.

Reza menjelaskan, angka 3,6 meter tersebut merupakan prediksi tinggi muka air laut, bukan berarti terjadi penambahan air laut sebesar 3,6 meter dari kondisi sebelumnya. Ketinggian tersebut dihitung berdasarkan posisi permukaan air laut terhadap titik surut terendah.

“Jadi nilai 3,6 itu prediksi untuk ketinggian airnya pada tanggal 14 sampai 15 Agustus. Permukaan air laut berada tepat pada 3,6 meter di atas titik surut terendah, bukan ketambahan 3,6 meter,” jelasnya.

Puncak kenaikan muka air laut diperkirakan terjadi pada pagi hari. BMKG memprediksi kondisi pasang tertinggi berlangsung sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 Wita, dengan ketinggian muka air laut berada pada kisaran 3,3 hingga 3,6 meter.

Baca Juga :  Status Sumur Minyak di Lahan Warga Mamburungan Belum Jelas

“Penambahan ketinggian muka lautnya itu diprediksi pada jam 8 pagi sampai jam 9 pagi, dengan ketinggian sekitar 3,3 hingga 3,6 meter,” bebernya.

Sementara itu pada 13-14 Agustus, ketinggian muka air laut diperkirakan berada di kisaran 3 meter dan kemudian mengalami peningkatan sekitar 0,3 meter menuju puncak pasang.

“Mungkin ada pertambahan naiknya sekitar 0,3 meter,” terangnya.

BMKG Tarakan juga menyebut terdapat ambang tertentu yang perlu diwaspadai masyarakat terkait potensi banjir rob. Jika prediksi pasang surut menunjukkan ketinggian muka air laut mencapai 3,3 meter atau lebih, kondisi tersebut sudah berpotensi menyebabkan banjir rob.

“Kalau prediksi pasut itu minimal 3,3 meter ke atas, itu sudah potensi banjir rob,” imbuhnnya.

Baca Juga :  Karhutla Ancam Sumber Air Tarakan

Untuk wilayah Kalimantan Utara yang berpotensi terdampak, Reza menyampaikan berdasarkan prediksi pasang surut pada fase bulan baru Agustus ini, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di wilayah Tarakan saja.

“Menurut prediksi pasang surut, potensi banjir rob untuk fase bulan baru pada bulan Agustus ini di wilayah Tarakan saja,” ujarnya.

Di sisi lain, peningkatan tinggi muka air laut akibat pasang tidak secara langsung menunjukkan adanya peningkatan ketinggian gelombang saat masyarakat melakukan aktivitas melaut. Menurut Reza, tinggi gelombang lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi kecepatan angin.

“Kalau ketinggian gelombang untuk melaut itu pengaruhnya lebih ke kecepatan angin, sehingga gelombang pasang ini hanya pertambahan ketinggian muka laut saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra


Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *