Liquid Narkotika Etomidate Naik Daun, Obat Anastesi yang Kini Disalahgunakan

Hukrim, Tarakan48 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Penyalahgunaan etomidate yang dicampurkan ke dalam liquid vape mulai menjadi ancaman baru di Kota Tarakan. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan mengingatkan peredaran zat tersebut kini berlangsung melalui jalur ilegal dari tangan ke tangan dan menyasar kalangan muda.

Kepala BNNK Tarakan Evon Maternik menjelaskan, etomidate sejatinya bukan produk yang diperuntukkan untuk konsumsi bebas. Zat tersebut merupakan obat anestesi yang digunakan dokter saat tindakan operasi dan hanya boleh dipakai dalam layanan kesehatan dengan pengawasan ketat.

“Etomidate ini digunakan untuk dokter anestesi sebagai obat bius saat tindakan operasi. Penggunaannya ada dosis yang ketat, diawasi BPOM dan farmasi, sehingga tidak boleh digunakan sembarangan,”ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Namun, menurutnya modus penyalahgunaan kini berubah. Cairan etomidate dicampurkan ke dalam liquid vape sehingga sulit dikenali hanya dari aroma atau tampilannya. Pengguna kerap mengira sedang menghisap vape biasa, padahal cairan tersebut dapat memicu efek yang jauh lebih berbahaya.

Baca Juga :  Kapolres Nunukan Ganti Lima Pejabat, Kinerja di Lapangan Jadi Sorotan

Ia menyebut penyalahgunaan etomidate dapat menimbulkan halusinasi, rasa senang berlebihan, gangguan irama jantung, sesak napas hingga berisiko menyebabkan kematian apabila digunakan di luar takaran medis.

“Begitu dicampur ke liquid vape, orang bisa mengalami halusinasi, merasa enjoy, padahal risikonya bisa henti jantung, pecah pembuluh darah, sesak napas bahkan kematian,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BNNK Tarakan telah memetakan seluruh toko vape yang beroperasi secara resmi di Tarakan. Sebanyak tujuh toko diambil sampelnya dan seluruh hasil laboratorium menunjukkan tidak ada kandungan etomidate pada produk yang dijual secara legal.

Baca Juga :  Puluhan Motor Pelajar Terjaring Patroli Penertiban Satlantas Polres Tarakan

“Dari tujuh toko vape yang kami ambil sampelnya, hasil laboratorium semuanya negatif etomidate. Yang menjadi persoalan justru barang ilegal yang beredar melalui jaringan tertentu,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan, peredaran etomidate tidak dilakukan secara terbuka melalui toko resmi, melainkan menggunakan jaringan tertutup dari mulut ke mulut. Cara ini dinilai menyulitkan pengawasan karena transaksi berlangsung di lingkaran tertentu.

“Ini barang black market. Peredarannya hand to hand, dari mulut ke mulut. Tidak mungkin dijual di toko resmi karena mereka tahu itu barang ilegal,” jelasnya.

Peringatan tersebut muncul setelah polisi di Tarakan mengungkap dugaan peredaran 60 cartridge berisi etomidate yang diamankan dari tiga orang pada pekan ini. Temuan itu menjadi salah satu sinyal bahwa zat tersebut mulai masuk ke Tarakan, seiring tren penyalahgunaan vape beretomidate yang meningkat di berbagai daerah dalam enam bulan terakhir.

Baca Juga :  Dua Kali Dibobol Maling, Pemilik Toko Rugi Rp 17 Juta

BNNK juga mengingatkan ancaman tersebut berpotensi menyasar remaja. Ia mencontohkan, BNNK Nunukan sebelumnya telah menemukan peredaran liquid vape beretomidate di kalangan pelajar, sehingga kondisi serupa dinilai bukan tidak mungkin terjadi di Tarakan.

“Vape sekarang sudah menjadi tren. Kita tidak tahu apakah liquid yang dipakai itu legal atau ilegal. Karena itu orang tua harus lebih waspada mengawasi anak-anaknya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *