benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran menghanguskan rumah panggung di Jalan Gajah Mada RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Jumat (18/9/2026) lalu. Hasil pemeriksaan awal polisi menemukan dugaan sumber api berasal dari tungku berbahan bakar kayu yang digunakan untuk memasak.
Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli, mengatakan personel Satreskrim Polres Tarakan telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.
“Personel Satreskrim melaksanakan olah TKP kebakaran rumah di Jalan Gajah Mada RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat,” ungkapnya, Rabu (23/9/2026).
Olah TKP tersebut dilaksanakan sekitar pukul 14.30 WITA setelah polisi menerima informasi mengenai kebakaran rumah milik H.C.A., seorang perempuan yang tinggal di lokasi tersebut.
“Olah TKP dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran,” katanya.
Berdasarkan keterangan korban, sebelum kebakaran terjadi, H.C.A. meninggalkan rumah sekitar pukul 12.30 WITA. Sekitar dua jam kemudian, korban mendapat informasi dari seseorang bahwa rumah miliknya telah terbakar.
“Korban kemudian menghubungi suaminya dan langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi rumah,” jelasnya.
Sementara itu, saksi berinisial Y., seorang perempuan yang berada tidak jauh dari lokasi, mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran setelah mendapat informasi bahwa rumah korban mengeluarkan asap. Saksi kemudian mengecek kondisi rumah dengan membukanya dan melihat api sudah membesar di bagian dalam.
“Saksi selanjutnya memberitahukan kejadian tersebut kepada korban,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan bangunan rumah panggung yang seluruh konstruksinya terbuat dari kayu. Rumah tersebut memiliki ukuran sekitar 6 meter x 12 meter sehingga material bangunan yang mudah terbakar turut menjadi perhatian dalam pemeriksaan.
“Petugas menemukan satu unit rumah panggung yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar 6 meter x 12 meter,” ujarnya.
Pemeriksaan kemudian difokuskan pada bagian dapur karena ditemukan sejumlah benda yang berkaitan dengan aktivitas memasak. Di lokasi tersebut, petugas menemukan satu buah drum yang telah dipotong dan dimodifikasi menjadi tungku dengan kayu sebagai bahan bakar.
“Di bagian dapur ditemukan satu buah drum yang telah dipotong dan dimodifikasi menjadi tungku untuk memasak menggunakan kayu sebagai bahan bakar,” terangnya.
Selain tungku, polisi juga menemukan sebuah panci atau dandang berukuran sedang dalam kondisi meleleh. Di sekitar area tungku turut ditemukan lelehan logam yang diduga berasal dari benda yang terpapar panas dalam kebakaran.
“Petugas juga menemukan satu buah panci atau dandang berukuran sedang dalam kondisi meleleh serta lelehan logam di sekitar area tungku,” tuturnya.
Pemeriksaan pada ruang pembakaran tungku juga menemukan sisa material yang sebelumnya digunakan sebagai bahan bakar. Arang bekas bahan bakar ditemukan dalam kondisi telah habis terbakar, sedangkan papan lantai di bagian dapur juga mengalami kondisi terbakar habis.
“Arang bekas bahan bakar pada ruang pembakaran tungku ditemukan dalam kondisi telah habis terbakar dan papan lantai di bagian dapur juga habis terbakar,” bebernya.
Dampak kebakaran juga ditemukan pada bagian dalam kamar. Polisi mendapati dua unit kipas angin, masing-masing kipas angin gantung dan kipas angin duduk, mengalami kerusakan akibat terbakar.
“Ditemukan dua unit kipas angin, yakni kipas angin gantung dan kipas angin duduk, yang mengalami kerusakan akibat terbakar,” imbuhnya.
Dalam proses olah TKP, sejumlah barang yang dinilai berkaitan dengan pemeriksaan penyebab kebakaran turut diamankan petugas. Barang tersebut meliputi satu buah panci yang berada di atas tungku beserta lelehannya, dua unit dinamo kipas angin gantung dan kipas angin duduk dalam kondisi terbakar, serta kayu dan arang yang berada di ruang pembakaran tungku.
“Petugas juga mengamankan arang bekas kebakaran sebagai bagian dari pemeriksaan di TKP,” lanjutnya.
Berdasarkan temuan tersebut, polisi menduga api bermula dari tungku berbahan bakar kayu yang sebelumnya digunakan untuk memasak. Bara api yang masih tersisa dan diduga belum sepenuhnya padam kemudian diperkirakan kembali membesar hingga menyambar material kayu di sekitar tungku.
“Dugaan awal, api berasal dari tungku berbahan bakar kayu yang sebelumnya digunakan untuk memasak,” tegasnya.
Api yang kembali membesar kemudian diduga membakar bagian rumah dan berpotensi menjalar ke bangunan rumah yang berada di sekitar lokasi. Kondisi bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu turut menjadi salah satu temuan dalam pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Bara api yang diduga masih tersisa kemudian membesar dan menyambar material kayu di sekitarnya hingga api membakar bagian rumah serta diduga menjalar ke rumah di sekitar lokasi,” tambahnya.
Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan kesimpulan awal berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran secara lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya temuan lain dari proses penyelidikan.
“Hasil tersebut merupakan kesimpulan awal berdasarkan pemeriksaan TKP dan pendalaman lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







