“Ini ujian sekaligus pertaruhan kualitas kepelatihan dia,” kata Mohammad Kusnaeni di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa pada Piala AFF lalu Herdman tidak meraih hasil yang memuaskan dan itu masih bisa dimaklumi karena skuad Garuda bersaing bersama tim yang tidak lengkap.
Pelatih asal Inggris itu juga masih baru menangani tim dalam ajang regional, setelah hanya mengikuti pertandingan-pertandingan FIFA Match Day selama jeda internasional.
Ia menilai saat memimpin skuad dalam Piala AFF, Herdman masih kaget melihat persaingan di Asia Tenggara dan dia belum banyak mengenali cara main lawan-lawan Indonesia.
Namun, pada FIFA ASEAN Cup perdana ini, kata dia, Herdman dapat menurunkan skuad penuh, termasuk pemain-pemain utama yang berkarier di Eropa karena ajang ini masuk kalender resmi FIFA.
Skuad Garuda diisi para pemain yang sudah dikenal Herdman selama beberapa bulan menangani Indonesia, dan sebagian sudah dipanggil membela timnas pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Oleh sebab itu, kata dia, turnamen terbesar di Asia Tenggara itu menjadi kesempatan bagi Herdman untuk menunjukkan kualitas kepelatihannya dengan meraih hasil yang signifikan. Menurutnya, final adalah posisi yang tidak bisa ditawar.
“Tapi bahkan kalau bagi sebagian orang sih menganggap harusnya juara, karena kalau cuma masuk final kan kita sudah sering masuk final,” kata Kusnaeni.
Indonesia akan menjalani turnamen tersebut di dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Bandung.
Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Rizky Ridho dan kawan-kawan akan mengawali pertandingan dengan menghadapi Singapura pada 25 September, kemudian Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober 2026.
Hasil fase grup akan menentukan langkah Indonesia ke babak berikutnya dalam turnamen Asia Tenggara itu.
Sumber ; Antara







