benuanta.co.id, TARAKAN – Kerusakan jalan menuju kawasan wisata Pantai Ratu Intan di RT 5, Kelurahan Pantai Amal, yang diduga akibat abrasi pantai hingga menyebabkan sebagian badan jalan amblas, belum dapat ditangani dalam waktu dekat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengakui perbaikan terkendala keterbatasan anggaran.
Kepala DPUPR Kota Tarakan, Fandariansyah, S.T., M.T., mengungkapkan kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh abrasi pantai yang terus menggerus bagian sisi jalan. Meski perbaikan telah masuk dalam rencana pemerintah, namun hingga saat ini belum tersedia alokasi anggaran untuk pelaksanaannya.
“Untuk rencana perbaikan yang jelas ada, tapi sekarang kita belum ada alokasi anggaran untuk ke situ. Mudah-mudahan di perubahan nanti ada kecukupan anggaran sehingga kita bisa tangani itu,” ungkapnya, Rabu (3/6/2026).
Fandariansyah membeberkan, pihaknya telah mengetahui kondisi jalan yang mengalami kerusakan dan menerima informasi dari masyarakat.
Namun, pemerintah kota tidak dapat langsung melakukan pekerjaan fisik tanpa melalui mekanisme pengusulan dan penganggaran yang telah ditetapkan.
“Kalau uangnya ada dan cukup ya kita kerjakan. Cuma kan barang ini duitnya belum ada,” bebernya.
Ia menjelaskan setiap pekerjaan infrastruktur harus melalui tahapan perencanaan, pengusulan program, pengalokasian anggaran, hingga memperoleh persetujuan sebelum dapat dilaksanakan.
Karena itu, meskipun kondisi jalan dinilai memerlukan penanganan, pelaksanaannya tetap harus menunggu proses administrasi dan ketersediaan dana.
“Harus menunggu, diusulkan dulu, dianggarkan, disetujui, ada anggarannya baru dikerjakan. Tidak bisa serta-merta langsung kerja karena harus ada proses usulan dan penganggaran,” tukasnya..
Sebagian badan jalan dilaporkan amblas dan retak akibat abrasi serta gerusan air laut. Selain mengganggu akses kendaraan dan pengunjung menuju kawasan wisata, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Bahkan jika kerusakan terus dibiarkan, bukan tidak mungkin badan jalan akan terputus dan tidak lagi dapat dilalui. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







