BPS Tarakan Soroti Meningkatnya Anak Muda Tak Kerja dan Tak Sekolah

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan menyoroti fenomena meningkatnya anak muda yang tidak bekerja, tidak mencari kerja, dan tidak sedang menempuh pendidikan.

Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena tidak seluruh masyarakat yang tidak bekerja otomatis masuk kategori pengangguran.

“Orang dikatakan pengangguran itu mereka yang berstatus mencari kerja,” ujar Umar.

Ia menjelaskan, dalam metode Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), seseorang yang tidak bekerja tetapi juga tidak mencari pekerjaan tidak dimasukkan dalam kategori pengangguran terbuka.

“Kalau ditanya apakah mencari pekerjaan dan jawabannya tidak, maka dia tidak masuk kategori pengangguran,” terangnya.

Menurut Umar, kondisi itu bisa terjadi karena seseorang masih ditanggung orang tua atau memiliki sumber pendapatan lain.

“Bisa karena disuplai orang tuanya, bisa karena punya tabungan dan sebagainya,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menilai kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian serius.

“Yang dikhawatirkan sekarang ketika anak muda makin banyak yang tidak mencari pekerjaan, tidak kerja, dan tidak juga dalam aktivitas menuntut ilmu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, indikator ketenagakerjaan Kota Tarakan diperoleh melalui Sakernas yang dilakukan secara triwulan.

“Untuk gambaran level kabupaten kota itu potret utamanya di Agustus,” terangnya.

Selain mengukur pengangguran, survei tersebut juga melihat status pekerjaan formal dan informal masyarakat.

Menurut Umar, peningkatan pekerja formal penting untuk mendukung keberlanjutan ekonomi rumah tangga.

“Harapan kita makin banyak orang bekerja formal agar pendapatannya lebih tetap dan lebih sustainable,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *